Jalan Pantai Utara di Belu Tertutup Longsor, Ibu Hamil Dievakuasi Secara Estafet

Jalan pantai utara di Kabupaten Belu tertutup longsor, ibu hamil dievakuasi secara estafet

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Foto pasien ibu hamil di Kabupaten Belu saat dipindahkan dari satu mobil ambulans ke mobil ambulans yang lain, Minggu (14/2/2021). 

Jalan pantai utara di Kabupaten Belu tertutup longsor, ibu hamil dievakuasi secara estafet

POS KUPANG.COM| ATAMBUA - Ruas Jalan Negara Motaain-AtapupuKabupaten Belu, Provinsi NTT tertutup longsor saat hujan lebat, Minggu malam (13/2/2021). Akses Transportasi lumpuh sepanjang malam hingga Minggu pagi. 

Dampak ikutannya, seorang ibu hamil yang dirujuk dari Puskesmas Atapupu ke RSUD Atambua terpaksa dievakuasi secara estafet, dari satu mobil ambulans ke mobil ambulans yang lain. 

Komunitas PPNTT Berbagi Kasih Dihari Valentine 

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, Minggu (14/2/2021), pasian ibu hamil itu adalah warga Dusun Weain, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Pasien ibu hamil dirujuk dari Puskesmas Atapupu menggunakan mobil ambulans Puskemas Atapupu. Setiba lokasi longsor, pasien dipindahkan atau estafet ke mobil ambulans Puskemas Ainiba yang sudah stanby di jalan. Ini semua berkat koordinasi yang baik lintas puskesmas sehingga mobil ambulans yang akan melakukan estafet pasien sudah stand by di lokasi.

Komentar Akademisi Universitas Muhammadiyah Kupang Terkait Kasus yang Dialami Advokat Ali Antonius

Kejadian ini diketahui setelah beredar vidio evakuasi pasien ibu hamil di grup whatApps. Dalam vidio berdurasi 01.27 detik itu, tampak beberapa orang memindahkan pasien ibu hamil menggunakan alat bantu angkat pasien dari mobil puskesmas pertama ke mobil puskesmas berikutnya yang parkir di ujung material longsor yang tertimbun jalan.

Evakuasi pasien ibu hamil ini dalam penanganan tenaga medis. Terlihat dalam vidio, dua tenaga medis berusaha melintasi material longsor seperti batu, pasir dan lumpur yang tertimbun jalan. Pasien berhasil dievakuasi di lokasi longsor dan dirujuk ke RSUD Atambua dalam keadaan baik. 

Kepala Desa Jenilu, Daniel Robert kepada wartawan mengatakan, longsor terjadi Minggu (13/2/2021) malam saat hujan deras. Setelah kejadian itu, Robert melaporkan kepada pemerintah kabupaten dan Dari Dinas PUPR sudah melakukan pembersihan material longsor sehingga akses transportasi kembali normal. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (14/2/2021) mengatakan, ia memimpin langsung staf untuk membersihkan material longsor di ruas jalan pantai utara

Katanya, hujan deras melandai Kabupaten Belu, Sabtu malam selama kurang lebih 3-4 jam. Hujan deras itu mengakibatkan longsor di sejumlah titik seperti di Lakafehan, Bereluli dan Jenilu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun badan jalan tertutup longsor sehingga sempat macet arus lalulintas.

Menurut Vincent, pekerjaan pembersihan material longsor masih berlanjut besok. Pasalnya ada satu titik longsor di jalan Busamatan-Raikatar yang material longsor sangat tebal dan membutuhkan alat berat eksavator.

“Semua sudah kecuali yang di busamatan (Raikatar) besok baru ditangani, soalnya longsor dan material terlalu banyak. Besok pagi kami mobilisasi excavator untuk penanganan,” ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved