Petani di Kabupaten Mabar Diduga Tersambar Petir, Keluarga : Kami Ikhlas
Seorang petani di Kabupaten Mabar diduga tersambar petir, Keluarga : kami ikhlas
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Karena merasa khawatir, istri korban, Yuliana Milda (45) menemui Vinsensius untuk mencari korban.
"Saat jalan tadi pagi tidak bawa bekal makanan, saudari saya datang dan minta tolong untuk menyusul dia (korban)," jelasnya.
Vinsensius bersama 9 kerabat korban selanjutnya menuju lokasi pukul 20.30 Wita.
Sampai di lokasi, betapa terkejutnya keluarga korban saat menemukan korban yang berada di samping kayu dolken telah meninggal dunia.
"Dia di samping kayu yang sudah dikumpul di samping irigasi Lingko Pilipo," katanya.
Pihak keluarga menduga korban meninggal dunia karena tersambar petir, hal tersebut karena kondisi jenazah yang terlihat menghitam dan seperti hangus terbakar.
"Dia sudah potong kayu, lalu taruh di saluran, mungkin saat berdiri dia tersambar petir," jelasnya.
Sementara itu, terlihat juga korban masih memegang satu buah parang dan satu parang lainnya terikat di pinggang korban.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah korban yang terletak di RT 04 RW 2 Dusun Capi Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.
"Jarak dari lokasi ke jalan umum sekitar 1 kilometer, kami tiba di rumah pukul 22.00 Wita," jelasnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM di rumah duka, terlihat jenazah korban dibaringkan di dalam rumah dan isak tangis keluarga tak hentinya saat melihat jenazah korban.
Sementara itu, nampak juga jenazah korban menghitam serta terdapat beberapa luka melepuh di tubuh korban.
Terlihat juga Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, Bripka Andi bersama sejumlah keluarga korban berada di rumah duka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sambar-petir-petrus-santu-saat-disemayamk.jpg)