Jumat, 24 April 2026

Petani di Kabupaten Mabar Diduga Tersambar Petir, Keluarga : Kami Ikhlas

Seorang petani di Kabupaten Mabar diduga tersambar petir, Keluarga : kami ikhlas

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
istimewa
Jenazah Petrus Santu saat disemayamkan di rumah duka di Dusun Capi Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Jumat (12/1/2021). 

Seorang petani di Kabupaten Mabar diduga tersambar petir, Keluarga : kami ikhlas

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Seorang petani di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), ditemukan tewas diduga disambar petir pada Jumat (12/2/2021).

Jenazah petani bernama Petrus Santu (50) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 21.00 Wita.

Diketahui, hujan deras disertai petir terjadi di wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.

Kapolres Nugroho Larang Warga Tidak Gelar Perayaan Berpotensi Banyak Massa di Hari Valentine

Pihak keluarga mengaku ikhlas dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Iya," kata Vinsensius Vebrin (45) selaku ipar korban diduga tersambar petir.

Saat ditanya kapan korban akan dimakamkan, Vinsensius mengaku hal tersebut belum dibicarakan pihak keluarga.

Update Covid-19 Mabar : Tambah 15 Kasus, Total 462 Pasien Positif Covid-19

"Kami masih menunggu keluarganya (korban) dari Ruteng," jelas Vinsensius.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan 5 anak.

Sebelumnya, Vinsensius bersama sejumlah anggota keluarganya menemukan korban telah meninggal dunia pada Jumat malam.

"Kami 10 orang yang mencari, saat ditemukan jenazahnya menghitam, seperti terbakar," kata Vinsensius Vebrin (45) selaku ipar korban.

Vinsensius Vebrin menuturkan, korban awalnya pamit dari rumah ke Lingko (kebun) Pilipo Dusun Capi Desa Golo Bilas untuk memotong kayu untuk kebutuhan pembangunan rumah tetangganya.

"Jadi diminta Suhardi (tetangga korban) untuk potong kayu dolken sebanyak 40 orang," kata Vinsensius.

Selanjutnya, korban berangkat ke lokasi sekitar pukul 08.00 Wita membawa 2 parang untuk mencari kayu.

Namun demikian, hingga larut malam korban tak kunjung kembali ke rumah.

Karena merasa khawatir, istri korban, Yuliana Milda (45) menemui Vinsensius untuk mencari korban.

"Saat jalan tadi pagi tidak bawa bekal makanan, saudari saya datang dan minta tolong untuk menyusul dia (korban)," jelasnya.

Vinsensius bersama 9 kerabat korban selanjutnya menuju lokasi pukul 20.30 Wita.

Sampai di lokasi, betapa terkejutnya keluarga korban saat menemukan korban yang berada di samping kayu dolken telah meninggal dunia.

"Dia di samping kayu yang sudah dikumpul di samping irigasi Lingko Pilipo," katanya.

Pihak keluarga menduga korban meninggal dunia karena tersambar petir, hal tersebut karena kondisi jenazah yang terlihat menghitam dan seperti hangus terbakar.

"Dia sudah potong kayu, lalu taruh di saluran, mungkin saat berdiri dia tersambar petir," jelasnya.

Sementara itu, terlihat juga korban masih memegang satu buah parang dan satu parang lainnya terikat di pinggang korban.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah korban yang terletak di RT 04 RW 2 Dusun Capi Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.

"Jarak dari lokasi ke jalan umum sekitar 1 kilometer, kami tiba di rumah pukul 22.00 Wita," jelasnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM di rumah duka, terlihat jenazah korban dibaringkan di dalam rumah dan isak tangis keluarga tak hentinya saat melihat jenazah korban.

Sementara itu, nampak juga jenazah korban menghitam serta terdapat beberapa luka melepuh di tubuh korban.

Terlihat juga Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, Bripka Andi bersama sejumlah keluarga korban berada di rumah duka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved