Theo Minta Pembagian Angpao Lewat Transfer Imlek 2021 Doa di Rumah Masing- masing
Theo Widodo minta pembagian angpao lewat transfer Imlek 2021 doa di rumah masing- masing
Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ende, Usman Abdul Hamid mengucapkan selamat merayakan Imlek bagi warga etnis Thianghoa.
Usman juga mengajak warga NU atau Nahdliyin untuk menghormati sekaligus memberi ucapan selamat Imlek. Namun, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir ucapan selamat bisa melalui handphone atau media sosial sehingga meminimalisir interaksi secara langsung.
Usman mengatakan, momen perayaan Imlek merupakan kesempatan untuk semakin mempererat tali persaudaraan, dan rasa kebangsaan. Makna Imlek melintasi batas-batas etnis dan agama karena telah menjadi bagian dari interaksi antar-budaya.
"Pada prinsipnya kita sangat menghormati. Saya sebagai pribadi dan Nahdliyin saya berharap mari kita terus perkuat tali persaudaraan, pupuk terus rasa kebangsaan," ungkapnya.
Badan Pelaksana Majelis Sinode (BMPS) Gereja Kristen Sumba (GKS) mengharapkan perayaan Tahun Baru Imlek Tahun 2021 di Sumba berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Ketua Umum BPMS GKS, Pdt. Alfred Dj. Samani,S.Th. M. Si dan keluarga besar Sinode GKS menyampaikan selamat Hari Raya Imlek bagi saudara -saudara yang merayakannya.
"Yang pertama, tentunya kami menyampaikan selamat Tahun Baru Imlek tahun 2021 kepada saudara-saudara kita yang merayakannya di NTT dan terkhususnya di Sumba," kata Pdt. Alfred.
Dikatakan, pelaksanaan Hari Raya Imlek tahun ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19, oleh karena itu, dalam merayakannya diharapkan tetap memperhatikan prokes.
"Kita di Sumba saat ini masih terdapat kasus Covid-19. Karena itu, saya harapkan bagi saudara-saudara kita yang akan merayakan Hari Raya Imlek, supaya tetap memperhatikan dan menerapkan prokes yang ketat," kata Pdt. Alfred.
Dijelaskan, pendisiplinan terhadap prokes tersebut, demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Juga untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.
Sementara Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Atambua, Romo Inosensius Nahak Berek, Pr mengungkapkan, perayaan Imlek tahun ini dimaknai sebagai momen mempererat persaudaraan satu sama lain. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, kita mesti perdalam solidaritas antar sesama.
"Dengan merayakan Imlek tahun ini, mari kita mempererat persaudaraan satu sama lain. Membangun komunikasi cinta demi meningkatkan persahabatan sejati. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, kita perdalam solidaritas antar sesama", ungkap Romo Ino, Rabu (10/2).
Menurut Romo Ino, Imlek tahun ini dirayakan dalam pandemi Covid-19, tentu suasana perayaannya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti berkumpul dengan keluarga besar. Namun kondisi itu tidak mengurangi makna utama Imlek sebagai tahun baru, harapan baru dan keberuntungan baru.
Di pandemi Covid-19 ini, umat tetap memaknai Imlek sesuai kondisi saat ini untuk saling berbagi kasih, saling mengingatkan terutama dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
"Kita saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan agar kesejahteraan dalam hidup bersama bisa terjalin tanpa batas waktu", tutur Romo Ino.
Romo Ino mengucapakan selamat bagi saudara-saudari yang merayakan Imlek dalam wilayah Keuskupan Atambua. (yen/hh/kk/cr5/yel/jen)