Theo Minta Pembagian Angpao Lewat Transfer Imlek 2021 Doa di Rumah Masing- masing
Theo Widodo minta pembagian angpao lewat transfer Imlek 2021 doa di rumah masing- masing
Sebelumnya, Menteri Agama RI Gus Yaqut juga telah memberikan imbauan kepada warga yang merayakan Imlek.
"Pada dasarnya Pemerintah mahfum, Imlek bagi umat Konghucu bukan sebagai perayaan pergantian tahun semata tetapi lebih dari itu peringatan keagamaan yang mestinya harus diperingati," ujar Gus Yaqut.
Pemerintah, kata dia, memahami bahwa umat Konghucu tentu sangat bergembira dan telah mempersiapkan persembahan kepada Tian sebagai ungkapan rasa syukur untuk segala keberkahan dan mohon keberkahan lebih untuk tahun selanjutnya.
Tetapi, karena situasinya sekarang berbeda, maka umat Konghucu juga diminta harus mawas diri.
Perayaan Imlek kata dia, bisa dirayakan dengan sangat sederhana karena pada prinsipnya perayaan Imlek adalah ungkapan syukur kepada Tuhan.
"Silaturahmi bisa dijaga dengan cara cara yang saling menjaga satu sama lain dan misalnya bisa dilakukan secara virtual saja," demikian Gus Takut.
Dikawal Aparat Keamanan
Pos Kupang pada Rabu (10/2) mendatangi Kelenteng atau tempat beribadah etnis Tionghoa di Kelurahan LLBK, Kota Kupang. Terlihat anak-anak Robby Lay sedang membersihkan tempat persembayangan tersebut.
Memang situasi di Kelenteng tampak sepi, hanya ada beberapa orang saja yang sedang membersihkan ruangan dalam rangka merayakan Imlek tahun ini. Keluarga Lay di Kota Kupang akan melakukan perayaan Imlek sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
Saat ditemui di lokasi, Yuni Lay pemilik rumah tersebut mengatakan tahun ini hanya satu keluarga saja yang akan merayakan Imlek di Kelenteng, persoalan ini karena mentaati prokes Covid-19 oleh pemerintah.
"Merayakan Imlek (tahun baru Cina) di Kelenteng hanya satu keluarga Lay saja dari semua keluarga Lay di Kota Kupang," kata Yuni Lay
Dikatakan Yuni, tahun ini perayaan Imlek atau tahun baru Cina berbeda dengan sebelumnya karena bertepatan dengan situasi pandemi Covid-19 ini.
"Sebelum pandemi Covid-19, biasanya untuk merayakan Imlek di Kelenteng sini hampir enam atau tujuh keluarga Lay di Kota Kupang. Namun karena pandemi Covid-19 dan mentaati prokes Covid-19, maka kami hanya ijinkan satu keluarga saja yang merayakannya di Kelenteng yaitu keluarga Bapak Robby Lay," kata Yuni
Yuni mengakui, dari pihak keamanan sudah mengunjungi pihaknya supaya memberikan imbauan tentang prokes Covid-19. Sehingga dalam perayaan Imlek nanti akan dikawal pihak keamanan. Kegiatan ibadah atau sembayang pada perayaan Imlek akan dilakukan pada pukul 11.00 Wita.
Nahdiyin Beri Ucapan