Jumat, 8 Mei 2026

Opini Pos Kupang

Sekolah di Mana Saja

SEMUSIM sudah berlalu.Satu semester kelas sangat sunyi. Kini masuk semester genap

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Kurikulum yang dibuat untuk belajar di rumah pun, belum tuntas dipahami orang tua. Maka yang terjadi adalah kekerasan model baru di rumah kepada anak-anak. Banyak video viral yang kita saksikan di media sosial menjadi tamsil buruk dunia pendidikan kita hari ini. Karena fakta, tidak semua orang tua bisa menjadi guru.

Padahal dunia sedang menggiring kita kemasa di mana anak harus lebih banyak di rumah untuk belajar. Mau tak mau, orang tua harus disiapkan untuk bisa menjadi guru.

Paling tidak serupa kita menyiapkan guru menjadi guru. Kita butuh loncatan berpikir di ranah ini. Bagaimana pemerintah serius merancang program tentang orang tua menjadi guru. Dan tidak hanya habis di slogan orang tua menjadi guru. Paling tidak kita bisa belajar dari kelas parenting (pola asuh) untuk anak usia dini.

Sekolah yang Merdeka

Merdeka belajar menjadi rabana baru yang ditabuh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Masyarakat sekolah harus merdeka. Benar-benar merasakan belajar itu harus bebas dan menyenangkan. Tanpa ada beban untuk ketuntasan secara kuantitatif, tapi harus tetap memenuhi syarat kualitatif.

Arah pendidikan nasional yang berkompas ke literasi, numerasi dan karekter pun kerap menjadi syair indah yang didengungkan. Penting memang belajar soal sains dan ilmu pengetahuan, tetapi jangan tinggalkan karekter. Karena sekolah tak hanya bisa pintarkan otak semata, tetapi juga harus buat tangan lebih kreatif, dan terutama menghasilkan budi pekerti yang mulia.

Di Indonesia, banyak sekolah yang berbasis alam atau dikenal sekolah alam telah menjadikan pilihan belajar yang merdeka sejak lama. Mereka tidak tersekat belajar di dalam ruang kelas. Mereka belajar di alam bebas dan terbuka. Mereka belajar yang nyata dan bukan sekedar abstrak yang menghayal.

Mereka belajar fakta kehidupan, keindahan, ilmu pengetahuan, kebersamaan, dan lebih utama mengenal dan bersyukur pada Tuhan.

Belajar memang harus merdeka. Di lingkungan yang nyaman dan menyenangkan. Konon 30 persen hasil belajar didapat dari settting lingkungan belajar yang menyenangkan. Ini sangat penting bagi pembelajaran era sekarang. Belajar di mana saja haruslah menyenangkan.

Belajar yang menyenangkan tak harus tersekat di ruangsekolah. Kita harus bisa belajar di rumah, dan di mana saja.Di pasar, di pantai, di kebun, di sawah, dan di mana pun. Karena sejatinya anak punya tiga guru utama; Orang tua di rumah, alam/masyarakat sekitar, dan guru di sekolah. Semuanya menjadi sekolah. Sekolah di mana saja. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved