Begini Pengakuan Gadis NTT yang Buat Video Hina Petugas Kesehatan

Subdit V/cyber crime Direktorat Reskrimsus Polda NTT, pelajar ini didampingi sang ayah, Floriano Da Silva yang juga ASN pada dinas sosial NTT.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto saat memberikan keterangan kepada wartawan dan menghadirkan pelaku ujaran kebencian, Minggu (31/1/2021). 

Ia menambahkan, informasi yang tidak benar melalui media sosial bisa berakibat hukum. Ia mengajak seluruh  elemen masyarakat mendukung pemerintah dan tenaga kesehatan dalam penanganan covid-19.

"Jangan sampai terjadi lagi hal yang merugikan di tengah upaya pemerintah melakukan pencegahan covid," katanya.

Minta Maaf

Terpisah Floriano Da Silva (57) orang tua pelaku mengaku kaget dengan perbuatan anak kelimanya itu.

"Saya belikan handphone supaya dia pakai untuk sekolah online, tapi ternyata dipakai untuk hal lain. Saya sama sekali tidak tahu. Tadi sore saya kaget karena banyak yang menelepon saya dan mengirimkan video itu," ujar PNS pada Dinas Sosial yang ditugaskan di panti Hitbia Kupang ini.

Ia mengakui kalau anak gadisnya sempat sakit hilang ingatan pada tahun 2017 lalu sehingga putus sekolah dibangku kelas I SMA. 

Sebagai orangtua, Floriano menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat NTT. 

Baca juga: Dandim 1601 Sumba Timur Cek Ketersediaan Tabung Oksigen di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

Baca juga: Antisipasi Kekurangan Oksigen, PT AGI Tbk Siap Layani Pasokan Oksigen Di NTT

Baca juga: Yuk Buruan Ambil 5 Kode Redeem FF 1 Februari 2021 Resmi dari Garena! Ada Kode Redeem FF Sebelumnya

"Mewakili keluarga selaku orangtua, saya minta maaf kepada pemerintah, masyarakat dan paramedis atas perbuatan anak saya," tandasnya.(Laporan Reporter Pos Kupang, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved