Begini Pengakuan Gadis NTT yang Buat Video Hina Petugas Kesehatan
Subdit V/cyber crime Direktorat Reskrimsus Polda NTT, pelajar ini didampingi sang ayah, Floriano Da Silva yang juga ASN pada dinas sosial NTT.
Begini Pengakuan Gadis NTT yang Buat Video Hina Petugas Kesehatan
POS-KUPANG.COM|KUPANG-- GSDS (19), siswi kelas XII salah satu SMA di NTT sudah diamankan aparat kepolisian Dit Reskrimsus Polda NTT.
Selama pemerikasaan di ruang Subdit V/cyber crime Direktorat Reskrimsus Polda NTT, pelajar ini didampingi sang ayah, Floriano Da Silva yang juga ASN pada dinas sosial NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan, Minggu (31/1/2021) malam menyebutkan kalau pelaku diamankan setelah polisi melakukan patroli media sosial oleh tim cyber Polda NTT.
"Kita amankan karena yang bersangkutan diduga melakukan penyebaran kebencian melalui media sosial," ujarnya.
Kepada petugas yang memeriksanya, pelaku mengaku membuat enam video. Namun, dari enam video yang dibuat, hanya dia video saja yang viral dan mengandung ujaran kebencian.
Kepasa polisi, pelaku mengaku membuat video-video tersebut terinspirasi dari story temannya di WA soal kondisi pasien covid-19 di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang yang diisolasi bersama pasien biasa lainnya.
"Pelaku lihat story WA temannya tentang kondisi korban covid sehingga pelaku membuat video dan disebarkan melalui facebook," tambah mantan Wadir Sabhara Polda NTT ini.
Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan pasal 45A ayat (2) dan pasal 43 undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi informasi.
"Sesuai pasal ini, pelaku dihukum 6 tahun penjara atau denda Rp 1 milyar," katanya.
Di tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti 1 buah handphone yang dipakai untuk merekam dan mengupload video ke facebook.
"Kita masih lakukan penyelidikan soal pelaku disebut punya gangguan kejiwaan. Kita juga dalami siapa yang meviralkan video itu. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut," katanya.
Saring Sebelum Sharing
Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun meminta agar masyarakat selalu saring sebelum sharing.
"Apapun yang dibuat di media sosial harus saring dulu informasinya sebelum di share," tandasnya.