Penanganan Covid
Minta Aparat Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan di NTT, Wagub Nae Soi: Keras Tapi Humanis
Minta aparat tindak Pelanggar Protokol Kesehatan di NTT, Wagub Nae Soi: keras tapi humanis
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Minta aparat tindak Pelanggar Protokol Kesehatan di NTT, Wagub Nae Soi: keras tapi humanis
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tren peningkatan kasus positif Covid-19 baru di Provinsi NTT yang makin tinggi salah satunya disumbangkan oleh indikasi pelanggaran protokol kesehatan.
Pantauan media, banyak warga, khususnya di Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT, masih abai terhadap penggunaan masker dan masih terlihat massif menciptakan titik kerumunan terlebih di area publik.
Pemerintah Provinsi NTT mengambil langkah untuk membackup Pemerintah Kota Kupang dalam rangka mempercepat penanganan kasus positif Covid-19 itu.
Baca juga: Pelaku Perjalanan di Sumba Timur Capai 32.111
Dengan koordinasi dan kolaborasi, Pemprov NTT dan Pemkot Kupang telah membentuk dua tim teknis dalam upaya percepatan Penanganan kasus positif Covid-19 di Kota Kupang.
Dua Tim tersebut, bekerja di bagian hulu. Tim pertama, merupakan Tim Terpadu Percepatan 3T yang dipimpin drg. Domi Mere dan tim kedua merupakan tim penegakkan Protokol Kesehatan yang dipimpin Asisten 1 Kota Kupang Drs Agus Ririmese bersama Kasat Pol PP NTT, Cornelis Wadu. Tim ini bekerjasama dengan TNI Polri dan Pokja terkait hingga level pemerintahan terkecil yakni RT/RW.
Baca juga: Parodi Situasi: Covid! Antara Jarak dan Jurang
Kepada POS-KUPANG.COM usai meninjau RS Carolus Borromeus Belo pada Sabtu (30/1), Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nae Soi menegaskan pemerintah tidak akan main main dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Kupang dan wilayah lain di NTT. Menurutnya, saat ini, penyebaran Covid-19 telah memasuki fase tanggap darurat.
Mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI ini menegaskan, pemerintah akan menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. Dengan kondisi yang tanggap darurat seperti saat ini, maka penegakkan aturan protokol kesehatan tidak lagi bisa ditawar.
"Kita punya dua tim. Dan saya sudah katakan, sebagai mantan pansus UU bencana maka kita harus menegakkan itu," ujar Wagub Nae Soi.
Ia meminta Aparat bertindak tegas dalam melaksanakan operasi Penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di wilayah Kota Kupang maupun NTT secara keseluruhan. Namun demikian, ia tetap meminta untuk penindakan tetap mengedepankan upaya yang humanis.
"Harus tegas tapi tidak dengan kekerasan fisik," pesannya.
Tekait sanski atas pelanggaran disiplin protokol kesehatan Covid-19, Sekda NTT Ir Benediktus Polo Maing menjelaskan secara teknis, tim Penegakan Protokol Kesehatan hingga di level RT/RW akan dibekali dengan list pelanggan dan sanksinya. Hal itu dikatakannya menjawab wartawan saat konferensi pers Strategi Penanggulangan Covid 19 NTT di Lobi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, pekan lalu.
Menurut Sekda Polo Maing, metode pendekatan dan himbauan yang dilakukan pemerintah dalam menegakkan Protokol Kesehatan selama ini tidak berjalan efektif. Karena itu, Pemerintah akan melakukan langkah yang lebih tegas.
"Sejauh ini, metode dan cara masih dengan pendekatan dan himbauan. Evakuasi (pemerintah) kota ternyata itu tidak efektif juga. Tim akan melakukan langkah yang lebih tegas dan kita harapkan kepada tim untuk membekali tim di lapangan dengan menyiapkan tabel pelanggaran," kata Sekda Polo Maing m
Ia menjelaskan, eksekusi penegakkan dan penerapan saknsi lapangan dilaksanakan oleh tim sesuai kondisi lapangan. "Intinya harus tegas di lapangan tapi sesuaikan dengan kondisi," kata putra Lembata itu.