Berita Timor Leste

Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta

Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta

Editor: maria anitoda
Kolase/Timor Lests Flag/Pos Kupang
Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta 

Menteri Luar Negeri Timor-Leste Dionisio da Costa Babo Soares mengatakan bahwa Timor-Leste berhubungan baik dengan China tidak ada hubungannya dengan keanggotaannya di ASEAN.

Yang penting, pemerintah harus tepat dalam strateginya di kawasan Indo-Pasifik, dan menghadapi tantangan akibat persaingan antar kekuatan yang terjadi di belakang BRI.

Baca juga: Pasien Berusia 57 Tahun Reaktif Antigen di Timor Tengah Utara Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Baca juga: Hotman Paris Posting Video Bareng Pengguna Narkoba, Terlibat Kasus? Ini yang Terjadi Sebenarnya

Baca juga: Bosan Jomblo, Artis DJ Ini Sayembara untuk Jadi Pacar Sewaannya 100 Juta Perbulan? Ini yang Terjadi

Mantan presiden Timor-Leste dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian José Ramos-Horta juga mencemooh gagasan bahwa "faktor China sedang tumbuh dan menarik perhatian".

Dalam sebuah wawancara di rumahnya, Ramos-Horta mencatat bahwa sebagian besar berita seperti itu dimainkan oleh media Australia, menambahkan dengan datar, “Akulah yang mengkhawatirkan Australia.

Bukankah China telah membeli banyak sumber daya mereka? ”

Hubungan yang rumit dengan Australia dan China

Timor-Leste memiliki populasi hanya 1,2 juta di area seluas 14.800 kilometer persegi (sekitar 20 kali luas Singapura).

Berdasarkan angka Bank Dunia 2017, PDB-nya hanya sekitar US $ 3 miliar, yang hanya seperenam dari Laos.

Lantas, mengapa China begitu tertarik dengan negara kecil ini, jauh dari China?

Alasan utamanya, Timor-Leste dikaruniai letak yang strategis, serta sumber daya alam.

Profesor Zhang Mingliang dari Institut Kajian Asia Tenggara di Universitas Jinan di Guangzhou menunjukkan bahwa Timor-Leste berada dalam posisi unik sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan Pasifik Selatan, dan merupakan pusat geopolitik antara Pasifik dan samudra Hindia, sedangkan Laut Timor kaya akan cadangan minyak.

Dia berkata, "Dalam beberapa tahun terakhir, China telah berinvestasi cukup banyak di Pasifik Selatan, dan jelas lebih tertarik daripada Eropa dan Jepang di Timor Leste."

Sebagai negara kecil, strategi diplomatik Timor-Leste adalah berusaha untuk memaksimalkan kepentingannya sambil bernavigasi di antara kekuatan-kekuatan utama dunia, sambil juga mencoba memainkan "kartu China" untuk mendorong tetangganya, Australia.

Hubungan Timor-Leste dengan Australia rumit.

Ilmuwan politik internasional Simon Shen telah menulis esai yang menunjukkan bahwa Australia memainkan peran kunci dalam memperoleh kemerdekaan Timor-Leste, dan juga memberikan dukungan militer selama masa transisi.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved