Berita Timor Leste
Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta
Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta
POS-KUPANG.COM - Hubungan dengan China Makin Rumit, Benarkah Timor Leste Kini Merapat ke Australia? Cek Fakta
Setelah lepas dari Indonesia, Timor Leste diketahui dekat dengan Australia. Bahkan negeri Kangguru itu rela mengeluarkan puluhan juta dolar.
Namun belakangan, hubungan keduanya sempat memburuk dan China mulai mendekat untuk menawarkan bantuan.
Baca juga: Pasien Berusia 57 Tahun Reaktif Antigen di Timor Tengah Utara Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
Baca juga: Warga Manubelon Kabupaten Kupang Gempar dengan Kasus Pembunuhan, Polisi Sudah Ringkus Tersangka
Baca juga: Menang Pilkada, Gibran Rakabuming Terancam Tak Dilantik Jadi Walikota Solo, KPU Beberkan Alasannya
Belt and Road Initiative (BRI) China meluas ke seluruh dunia, termasuk negara kecil Timor-Leste, yang terletak di antara Indonesia dan Australia.
Sim Tze Wei menulis dalam Think China pada 2019 sebagai berikut.
Pesawat perlahan-lahan datang untuk mendarat di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Dili, ibu kota Timor-Leste.
Pemindaian cepat dari jendela pesawat menghasilkan sedikit kejutan: pemandangan yang paling menonjol adalah papan iklan dengan huruf putih OPPO terpampang di latar belakang hijau, Sim Tze Wei kemudian mengetahui dari penduduk setempat bahwa OPPO China dan Samsung Korea berbagi kepemimpinan sebagai dua merek ponsel paling populer di antara orang Timor Leste.
Kekuatan militer Timor Leste. Timor Leste hampir porak-poranda di tangan rakyatnya sendiri akibat jatah beras berkurang. (The Guardian)
Di Dili, ada tiga proyek penting yang dibangun oleh pemerintah China - istana presiden, kementerian luar negeri, serta kantor dan kementerian pertahanan.
Setelah Timor-Leste menjadi anggota Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang dipimpin China pada tahun 2017, proyek-proyek di bawah Belt and Road Initiative China mulai mendarat di sana.
Di antara lebih dari 20 proyek, tiga menarik perhatian.
Dalam kata-kata Xiao Jianguo, duta besar China untuk Timor-Leste, yang satu adalah jaringan, satu jalan, dan satu lagi pelabuhan.
Dia mengacu pada jaringan listrik nasional, Jalan Raya Suai, dan Pelabuhan Teluk Tibar.
Jaringan listrik sudah aktif dan berjalan, fase pertama Jalan Raya Suai dibuka untuk lalu lintas pada November 2018, dan Pelabuhan Teluk Tibar sedang dibangun.
Jalan raya dan pelabuhan tersebut akan mendukung pengembangan industri minyak dan gas di Timor-Leste.
Beberapa laporan media mengutip Pelabuhan Teluk Tibar sebagai contoh pengaruh China yang tumbuh di Timor-Leste.