Breaking News:

Terduga Teroris Makassar Pengusaha Bubur Terkait Peledakan Bom di Gereja Filipina

Oknum terduga teroris Makassar pengusaha bubur terkait peledakan bom di Gereja Filipina

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Ilustrasi penangkapan terduga teroris 

Oknum terduga teroris Makassar pengusaha bubur terkait peledakan bom di Gereja Filipina

POS-KUPANG.COM | JAKARTA-Dua orang terduga teroris tewas dalam penggerebekan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Densus 88, dan Gegana Polda Sulawesi Selatan, serta Polrestabes Makassar di Vila Mutiara Cluster Biru, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu (6/1/2020) pagi.

Dua terduga teroris yang tewas diketahui berinisial MR dan SA. Mertua dan menantu tersebut merupakan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurut Ketua RT3/RW 10 Vila Mutiara Biru, Iwan, awalnya ia mendengar suara tembakan pada sekitar 05.30 Wita. Ia pun bersama warga lainnya keluar rumah, namun tiba-tiba disuruh masuk oleh tim Densus 88 yang sudah berjaga, karena dikhawatirkan ada korban peluru nyasar.

Baca juga: Agnez Mo: Titipan Tuhan

"Suara tembakannya berkali-kali, itu sekitar pukul setengah enam pagi, jadi saya keluar, baru di depan rumah, tiba-tiba disuruh masuk sama tim densus yang ada di luar," ujar Iwan, yang juga merupakan tetangga terduga teroris.

Lanjutnya, setelah masuk ke rumah, beberapa saat kemudian suara tembakan berhenti. Sehingga ia kembali keluar rumah. Ia pun mendapati mayat terduga telah dibawa oleh petugas ke dalam mobil.

"Saya hanya sempat lihat satu mayat, karena yang satunya sudah dimasukkan duluan," tuturnya.

Baca juga: 185 Tenaga Kesehatan di Kabupaten TTS Ikuti Pelatihan Vaksinator Covid-19

Menurutnya, MR dan SA memang secara sosial jarang bergaul dengan tetangga lain. Namun, mereka dikenal sebagai pribadi yang ramah terhadap warga sekitar, dan tidak menunjukkan gerak gerik mencurigakan waktu awal tinggal disana.

"Bisa dibilang mereka itu salah satu warga awal -awal yang tinggal di kompleks ini, sejak 2015 lah kalau tidak salah. Waktu awal-awal masih sering kumpul, bahkan ikut jadi pengurus masjid kompleks," ujar Iwan.

MR dan SA diketahui memiliki usaha berjualan bubur dan bensin. "Dia berjualan di sekitar sini, bubur sama bensin, memang pengusahan. Bahkan jualan buburnya ada cabangnya," ujar Iwan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved