Breaking News:

Calon Sekda Belu Diusul oleh Bupati Terpilih

Proses seleksi terhadap Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Belu ( Sekda Belu) telah berjalan

Calon Sekda Belu Diusul oleh Bupati Terpilih
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Belu, Jamalludin Ahmad

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Proses seleksi terhadap Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Belu ( Sekda Belu) telah berjalan. Panitia seleksi telah mengantongi tiga nama dari lima orang yang mengikuti seleksi.

Pengusulan nama ketiga orang tersebut untuk menduduki jabatan (Sekda) Belu definitif harus menunggu sampai Bupati-Wakil Bupati Belu terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu resmi dilantik.

Hal ini terjadi karena sudah ada surat edaran dari Kemendagri yang melarang gubernur/walikota/bupati pada daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020 untuk melantik para pejabat sampai bupati terpilih dilantik.

Baca juga: Sosialisasikan Vaksin

Demikian disampaikan Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Belu, Jamalludin Ahmad, saat dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (4/1/2020).

Mantan Asisten 1 Setda Provinsi NTT itu, mengatakan, panitia seleksi pengisian jabatan Sekda definitif Kabupaten Belu telah ditetapkan tiga calon yang disepakati dalam rapat beberapa waktu lalu yang diadakan oleh Pansel.

Baca juga: Abraham Badu Sesalkan Peserta Pemakaman Pasien Covid-19 tak Kenakan APD Lengkap

Walaupun Pansel telah mengantongi tiga nama, nama-nama yang lolos belum diumumkan karena hal ini berkaitan dengan rahasia jabatan. Menurut Ahmad, ketiga nama calon Sekda Belu tersebut prosedurnya akan diusulkan oleh bupati terpilih pada Pilkada 2020 lalu.

"Bupati terpilih akan menyampaikan ke gubernur, lalu gubernur merekomendasikan satu orang dari ketiga nama calon tersebut ke KASN. Supaya ditentukan dari tiga orang ASN yang meraih hasil terbaik dalam seleksi Sekda untuk menduduki jabatan Sekda Belu yang defenitif," jelasnya.

Hal ini terjadi karena sudah ada surat edaran dari Kemendagri yang melarang gubernur/walikota/bupati
pada daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020 untuk melantik para pejabat sampai bupati terpilih dilantik.

Tak hanya melarang pergantian pejabat tetapi juga tidak mengusulkan persetujuan tertulis penggantian pejabat di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota kepada Mendagri.

"Jadi saat ini, proses pengisian jabatan Sekda Belu untuk sementara dipending sampai Bupati Belu terpilih dilantik. Tiga nama calon Sekda sudah ada dan tinggal bupati terpilih mengusulkan saja nanti," pungkasnya.

Untuk diketahui, ada lima ASN lingkup Pemkab Belu yang mengikuti tahapan seleksi Sekda Belu, yakni
pertama, Johanes Andes Prihatin, pangkat Pembina Tingkat I/ Golongan IV B yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu. Dua, Marsianus Loe Mau, pangkat Pembina Utama Muda/Golongan IV C saat ini Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Belu. Tiga, Laurentius Nahak, pangkat Pembina Utama Muda/Golongan IV C, saat ini Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Belu. Empat, Januaria Nona Alo, pangkat Pembina Utama Muda/Golongan IV C, saat ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belu. Lima, Anton Suri, pangkat Pembina Utama Muda/Golongan IV C, saat ini Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Belu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved