Penanganan Covid
Abraham Badu Sesalkan Peserta Pemakaman Pasien Covid-19 tak Kenakan APD Lengkap
Asisten 1 Setda Ende, Abraham Badu menyesalkan ada yang ikut proses pemakaman pasien Covid-19 tapi tidak mengenakan APD lengkap
POS-KUPANG.COM | ENDE - Asisten 1 Setda Ende, Abraham Badu menyesalkan ada yang ikut proses pemakaman pasien Covid-19 tapi tidak mengenakan APD lengkap.
Satu pasien Covid-19 di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur meninggal dunia, Senin (4/12/2021).
Jasadnya dimakamkan di pemakaman umum di Jl. Teuku Umar, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan.
Pasien yang meninggal tersebut berinisial SU (63) warga Kelurahan Tanjung.
Baca juga: Pembayaran Sisa Pekerjaan Enam Puskesmas Prototipe Dibayarkan Tahun 2022
SU diketahui punya riwayat penyakit jantung dan darah tinggi.
Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, pasien tersebut meninggal sekitar pukul 16.00 Wita di RSUD Ende dan dimakamkan sekitar pukul 19.00.
Pantauan POS-KUPANG.COM, lokasi pemakaman umum Kelurahan Tanjung tidak jauh dari rumah-rumah warga.
Baca juga: Kadis Kesehatan Sikka : Kalau Ada Yang Keberatan Datang ke Dinkes Biar Kita Beri Penjelasan
Saat proses pemakaman, aparat keamanan berjaga di jalan menuju makam, jaraknya kurang lebih seratus meter lokasi pemakaman.
Para tenaga medis yang memakamkan jasad SU mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Sayangnya, ada salah seorang yang bukan petugas ikut saat proses pemakaman tetapi tidak mengenakan APD lengkap. Terpantau hanya mengenakan masker.
Asisten 1 Setda Ende, Abraham Badu, diwawancarai POS-KUPANG.COM di tempat aparat berjaga, menyesalkan ada yang ikut proses pemakaman tapi tidak mengenakan APD lengkap.
Abraham menegaskan APD sudah disiapkan oleh petugas namun, tidak dikenakan oleh yang bersangkutan. "APD ada hanya perilaku orang saja," ungkapnya.
Ditanya lebih lanjut soal lokasi pemakaman, Abraham katakan, Pemda Ende telah menyediakan satu lokasi untuk memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Namun, atas permintaan keluarga, maka dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Tanjung. "Ini permintaan keluarga," kata Abraham. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)