Berita NTT Terkini

Catatan Akhir Tahun Pemprov NTT : Provinsi NTT Mulai Bangkit 

Pemerintah Provinsi NTT menyebut, dua tahun kepemimpinan duat Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Adrianus Nae Soi mulai menam

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Duet Gubernur Viktor Bungtilu laiskodat dan Josef Nae Soi  

Problem krusial lainnya yang masih mewarnai pembangunan NTT adalah pembangunan prasarana sanitasi lingkungan berupa penyediaan air bersih dan sarana pengelolaan limbah. Penyediaan air bersih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air di daerah-daerah krisis air bersih dan penyediaan air di destinasi wisata melalaui pembangunan sumur bor. Pada tahun 2019 sebanyak 35 unit sumur bor eksplorasi, 8 unit optimalisasi sumur bor dan 10 unit sumur bor produksi telah selesai dikerjakan. Sarana pengelolaan limbah yang akan disediakan adalah melalui  pembangunan UPTD Pengelolaan limbah B3 dengan skala pelayanan regional yang di bangun di Kabupaten Kupang dan di  Manggarai Barat. 

Penyediaan prasarana energi melalui bantuan pemasangan instalasi listrik sambungan rumah bagi masyarakat tidak mampu yang direncanakan di tahun 2020 sebanyak 1.061 yang tersebar di Kabupaten Alor, TTS, TTU, Sabu Raijua, Ngada, Manggarai Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya dengan tingkat elektrifikasi yang rendah. Action pembangunan belum dikerjakan mengingat kondisi pandemic covid 19. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang belum dilayani oleh jaringan PLN, dikembangkan sumber energi alternatif yaitu pembangunan PLTS sehen sebanyak 357 unit pada tahun 2019. 

Di bidang reformasi birokrasi, Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi sangat percaya bahwa dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance, sehingga visi besar tentang birokrasi yang handal akan tercapai. Dalam dua tahun kepemimpinan, Victory-Joss sudah berupaya menerapkan prinisp-prinsip good governance tersebut. Terbukti, beberapa perubahan fundamental dari aspek pelayanan dan penerapan teknologi dalam manajemen pemerintahan yaitu e-government telah diwujudkan. Kebijakan anggaran yang ditetapkan memprioritaskan belanja publik sebesar 70% dari total anggaran. 

Dua tahun menahkodai NTT, Victory-Joss berhasil memberi pesan tegas dan positif tentang aura dan geliat pembangunan di NTT, di mata Pemerintah Pusat. Lewat berbagai pola pikir dan cara kerja inovatif yang digaungkan duet VBL-JNS, posisi daya saing NTT di skala nasional menunjukkan peningkatan luar biasa dan sungguh menggembirakan. Laporan Indeks Daya Saing Daerah Provinsi NTT tahun 2020 menggambarkan kondisi pembangunan NTT selama dua tahun terakhir pada aspek kelembagaan, ekosistem inovasi, sumber daya manusia dan ekonomi mengalami peningkatan drastis dari 0 di tahun 2018 menjadi 3,07 di tahun 2020. Hasil ini dikategorikan tinggi dan mendapat apresiasi dari Kementrian Ristek-BRIN, meski terdapat beberapa pilar pembangunan, seperti; kesiapan teknologi, kapasitas inovasi, ukuran pasar dan dinamika bisnis yang terus dibenahi. Ini menjadi konsentrasi VBL-JNS dalam mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sedangkan untuk Indeks Inovasi Daerah, telah diikutsertakan 55 jenis Inovasi, dengan skor 5.632 dalam Innovation Government Award 2020. 

Dalam urusan penataan asset daerah, VBL-JNS memiliki sikap yang tegas dan tetap memerhatikan aspek humanis dan persuasif. Di tahun kedua kempemimpinannya, beberapa aset daerah seperti renegosiasi pemanfaatan aset kawasan Lippo Plaza dan sekitarnya, Hotel Sasando (64.300 m2), tanah di Manulai II (231.524 m2) untuk pembangunan Rumah Sakit Pusat yang sedang dikerjakan, pantai Pede (31.670 m2), dan lahan Besipae (37.800.000 m2). Persoalan batas daerah (Matim-Ngada dan Sumba Barat-Sumba Barat Daya) juga telah diselesaikan lewat pendekatan kooperatif dan humanis VBL-JNS. 

Pembuktian karya pembangunan VBL- JNS selama dua tahun sepatutnya diapresiasi. Tidak sebatas pada jejak karya yang ditinggalkan tetapi gagasan-gagasan brilliant pembangunan yang telah tercatat apik dalam sejarah pembangunan NTT dua tahun belakangan ini. Gagasan pemberdayaan ekonomi local community melalui produk minuman tradisional (minol) “Sophia” telah di-launching dan diproduksi. Gagasan inovasi pengembangan kelor mulai dirintis para pelaku UMKM dengan varian produk, seperti teh kelor, kue lapis kelor, kripik kelor, susu kelor dan sebagainya. Yang masih menjadi pekerjaan rumah di sisa tiga tahun terakhir adalah pengembangan industri kelor. Untuk mewujudkan pengembangan industri kelor, Pemerintah Provinsi telah menyediakan lahan dengan populasi kelor yang telah ditanam sebanyak 2.137.871 pohon. Butuh energi yang lebih besar lagi untuk mewujudkan cita-cita pembangunan kelor ini. 

Untuk mendukung pembangunan ekonomi NTT, VBL- JNS menginisiasi pembentukkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Provinsi NTT yang terdiri dari (Liman, Melolo, Teluk Kupang, Mulut Seribu, Mbay, Teluk Maumere, dan Wolwai). Ekspektasi yang diinginkan adalah terjalin perdagangan domestik di kawasan NTT dengan sumber daya yang dihasilkan dari bumi Flobamora.

Dua tahun adalah waktu yang masih terlalu singkat untuk menilai sukses-tidaknya duet kepemimpinan ini. Tetapi, minimal, pada hari ini, 5/9/2020 tepat dua tahun VBL-JNS menahkodai NTT, sudah terlihat bahwa ada banyak karya nyata yang ditorehkan. Bukti karya VBL-Nae selama dua tahun mulai memperlihatkan kemenangan demokrasi di NTT. Sebuah kepemimpinan yang demokratis, dalam pandangan Gubernur VBL harus bisa memberi kesejahteraan. Sebab, demokrasi adalah jalan menuju kesehjateraan. Demokrasi tanpa kesehjateraan adalah sebuah kemunafikan; Sebuah dosa politik. (hh) 

Duet Gubernur Viktor Bungtilu laiskodat dan Josef Nae Soi 
Duet Gubernur Viktor Bungtilu laiskodat dan Josef Nae Soi  (istimewa)

2 Lampiran 

 
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved