Berita NTT Terkini

Catatan Akhir Tahun Pemprov NTT : Provinsi NTT Mulai Bangkit 

Pemerintah Provinsi NTT menyebut, dua tahun kepemimpinan duat Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Adrianus Nae Soi mulai menam

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Duet Gubernur Viktor Bungtilu laiskodat dan Josef Nae Soi  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG --  Pemerintah Provinsi NTT menyebut, dua tahun kepemimpinan duat Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Adrianus Nae Soi mulai menampakkan hasil positif sesuai visi dan misi mereka. 

Dalam catatan akhir tahun Pemerintah Provinsi NTT yang disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat melalui Karo Humas Ardu Jelamu Marius, Pemprov NTT menyebut apa yang didesain dalam visi dan misi sudah mulai memberikan hasil. 

"Harus diakui bahwa, NTT pasca dua tahun, sudah mulai bangkit," demikian Karo Humas Ardu Jelamu Marius kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT. 

Ardu Jelamu menyebut, kebangkitan tersebut terjadi minimal terhadap beberapa persoalan serius di masa lalu. "Bangkit dari belenggu kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, kelaparan, gizi buruk, serta bangkit dari belitan masalah klasik yang sudah begitu akut, yaitu masalah stunting dan human trafficking," katanya. 

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT itu mengatakan bahwa narasi capaian pembangunan NTT selama dua tahun di bawah kepemimpinan duet dengan slogan Victory Joss itu akan menunjukkan pembuktian dari janji-janji politik yang disampaikan. 

Berdasarkan data BPS 2019, kata Ardu Jelamu, jumlah orang miskin di NTT mulai berkurang. Kemiskinan NTT sudah berkurang sebesar 0,19%  (20,43%) di tahun 2019 dari 20,62%.  

Masalah stunting, gizi buruk, kematian ibu dan anak juga sudah berhasil dikendalikan peningkatannya. Berdasarkan data e-PPGBM (elektronik Pengukuran Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat) tahun 2019, angka prevalensi stunting menurun dari 42,6% pada tahun 2018, menjadi 27,9%  (Februari 2020) dan bahkan kondisi kasus Gizi Buruk agregat provinsi mulai berubah ke angka 2,4% (di bawah standar WHO) pada Februari 2020. Selain itu, kasus Gizi Kurang mengalami pengurangan menjadi 8,2% (di bawah standar WHO). 

Menurutnya, pencapaian penurunan kasus kematian ibu, bayi dan balita juga menunjukan kinerja yang memuaskan. Angka kematian ibu menurun dari 163 orang menjadi 98 orang pada tahun 2019. Angka kematian bayi menurun dari angka 1.044 bayi menjadi 822 bayi pada tahun 2019 dan kematian balita dari 1.174 balita menjadi 83 balita pada tahun 2019. Upaya pencapaian universal health coverage (UHC) pada tahun 2019 juga sudah mencapai persentase 84,67%. Selain itu, skor indeks pembangunan gender mencapai angka 96,67% dan indeks pemberdayaan gender pada skor 97,42 pada tahun 2019. 

Di bidang infrastruktur, kata Ardu Jelamu, persoalan ini mendapat atensi khusus dan dilakukan percepatan di mana dari total 2.650 km jalan Provinsi di seluruh NTT, dan sekitar 906,47 km yang dikategorikan dalam kondisi tidak mantap; rusak ringan dan rusak berat, kini sudah dan terus dikebut penyelesaiannya. 

Dalam roadmap pemerintahan ini, di tahun 2020, targetnya adalah 497,62 km ruas jalan provinsi yang sudah dan sedang diperbaiki. Selanjutnya pada tahun 2021 akan diselesaikan sisanya. 

"Akibat pandemi Covid-19 dan masalah keterbatasan anggaran, di tahun 2020 ini, panjang jalan provinsi yang bisa diselesaikan sampai akhir tahun nanti adalah sekitar 372,74 km. Meski meleset dari target, Victory-Joss berkomitmen untuk menuntaskannya di tahun 2021," ujar Ardu Jelamu. 

Sebagai solusi dalam penyelesaian jalan provinsi, pemerintah menggunakan  pendekatan dimana pengerjaan jalan tidak seluruhnya menggunakan konstruksi aspal hotmix  atau Hot Roller Sheet (HRS) tetapi dikombinasikan dengan Grading Operation (GO). 

Untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, terus dipacu pelaksanaannya dengan target meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Tiap tahun anggaran pembangunan jalan dan jembatan terus meningkat sesuai kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi NTT. Tahun 2018 Rp. 168.359.716.870 meningkat hampir 315%, dan pada tahun 2019 menjadi Rp. 529. 347.810.113,55. Tahun 2020 berdasar data nilai pagu revisi Pergub IV mencapai Rp. 731.448.801.154. Ada kenaikan hampir 450% dari tahun 2018. 

Dengan peningkatan anggaran, total pengerjaan jalan provinsi NTT pada tahun 2019 sepanjang 139,47 km dan pada tahun 2020 dikerjakan 357,313 km dengan rincian: 158,65 km (HRS), 14,5 km (GO+), 234,163 (GO). Paket SMI 2020, 154,1 km dan Bank NTT: 108,55 km. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved