Breaking News:

Opini Pos Kupang

Pilkada 2020 Kuburan Incumbent

Semenjak mantan Presiden SBY ( Soesilo Bambang Yudhoyono) mencalonkan diri menjadi Presiden RI di periode kedua pada tahun 2009

Pilkada 2020 Kuburan Incumbent
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh : Utuh M.J. Taedini Peneliti Utama Losta Institute

POS-KUPANG.COM - Semenjak mantan Presiden SBY ( Soesilo Bambang Yudhoyono) mencalonkan diri menjadi Presiden RI di periode kedua pada tahun 2009, istilah incumbent atau petahana mulai nge-trend di Indonesia.

Sejak saat itu hampir semua perhelatan politik di Indonesia baik dimomen pilpres (pemilihan presiden), momen pilkada (pemilihan kepala daerah) maupun momen pileg (pemilihan legsilatif) ada istilah incumbent atau petahana.

Kata incumbent sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang berarti orang yang sedang memegang jabatan yang mengikuti pemilihan kembali untuk mempertahankan jabatannya tersebut.

Baca juga: KPU Manggarai Tetapkan Hery-Heri Terima Kasih Deno-Madur

Istilah ini juga mengandung asumsi, jika ada seorang incumbent pada suatu jabatan, maka juga berarti ada seorang penantang yang ingin merebut jabatan itu.

Dalam Bahasa Indonesia kata incumbent adalah petahana yang berasal dari kata "tahana" yang berarti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan. Dalam kata kerja, maka muncul kata "bertahana" yang memiliki arti "bersemayam; duduk".

Baca juga: MK Terima 135 Sengketa Pilkada, 4 dari NTT

Pada tanggal 9 Desember 2020 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 270 daerah di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), pilkada dilakukan di 9 kabupaten yakni Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara dan Sabu Raijua.

Pesta demokrasi di NTT kali ini bisa dikatakan sebagai "kuburan" bagi incumbent, sampai tulisan ini dibuat dari hasil rekapitulasi KPU, seluruh calon kepala daerah yang bertatus incumbent tumbang dalam pemilihan.

Di Kabupaten Ngada, Paulus Soli Woa yang berpasangan dengan Gregorius Upi Terpuruk di urutan ke empat dengan hanya meraih 17,2 persen tertinggal dari pasangan Andreas Paru-Raymundus Bena yang unggul di urutan pertama dengan memperoleh 27,7 persen suara.

Di Kabupaten Manggarai pasangan penantang Herybertus GL Nabit -Heribertus Ngabut unggul dengan 60.7 persen melenggang jauh dari Deno Kamilus -Victor Madur yang merupakan pasangan incumbent jilid dua. Demikian halnya dengan Sabu Raijua, Malaka dan Belu dimana semua incumbent tertinggal dari penantangnya.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved