Breaking News:

Badan Geologi Perkecil Zona Bahaya Ile Lewotolok Jadi Radius 3 Kilometer, Kecuali Desa Jontona

Badan Geologi Perkecil Zona Bahaya Ile Lewotolok Jadi Radius 3 Kilometer, Kecuali Desa Jontona

POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Rapat evaluasi bersama jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan para tokoh masyarakat Ile Ape dan Ile Ape Timur di Posko Utama Eks Kantor Bupati, Senin (21/12/2020). 

Badan Geologi Perkecil Zona Bahaya Ile Lewotolok Jadi Radius 3 Kilometer, Kecuali Desa Jontona

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kepala Tim Tanggap Darurat Erupsi Ile Lewotolok PVMBG Christianto menjelaskan Badan Geologi sudah mengeluarkan surat evaluasi aktivitas Gunung Ile Lewotolok per tanggal 21 Desember 2020 pada pukul 12.00 Wita yang memperkecil zona bahaya Gunung Ile Lewotolok menjadi radius 3 kilometer dari puncak gunung dari sebelumnya 4 kilometer.

Christianto menjelaskan hal ini dalam rapat evaluasi bersama jajaran Forkopimda, Kepala OPD dan para tokoh masyarakat Ile Ape dan Ile Ape Timur di Posko Utama Eks Kantor Bupati, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Pesan Marciana Dominika Jone Saat Lantik Pejabat di Lingkup Kanwil Kemenkumham NTT

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa:

1. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka pada tanggal 21 Desember 2020 pukul 12:00 WITA, tingkat aktivitas Gunungapi lle Lewotolok masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi baru yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

2. Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat di sekitar G. Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak kawah G. lle Lewotolok dan di dalam area sektoral di arah tenggara sejauh 4 km dari puncak G. Ile Lewotolok hingga ke pantai.

Baca juga: 147 CPNS Formasi 2019 di Ngada Terima SK Pengangkatan, Ini Pesan Bupati Soliwoa

Desa yang masih berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi G. lle Lewotolok saat ini adalah Desa Jontona karena masih berada di dalam area 4 km dari puncak kawah ke arah tenggara.

"Dari hasil evaluasi statusnya masih siaga namun radius untuk waspada diperkecil. Jadi radiusnya dikecilkan. Radius dikecilkan menjadi 3 kilometer. Sementara gunung ini punya sejarah awan panas ke arah tenggara sehingga sangat waspada daerah Jontona yang kita hindari," papar Christianto.

Dia menjelaskan ada empat seismometer yang dipasang di Gunung Ile Lewotolok dan diarahkan ke pos Pos Pemantau Gunung Api Gunung Ile Lewotolok.

"Masyarakat yang diluar tiga kilometer,
Sudah bisa kembali ke tempat masing-masing," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved