Rabu, 6 Mei 2026

Wagub Josef: 2.116 Km Jalan Provinsi Kondisi Mantap

Pemerintah Provinsi NTT di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat-Josef Nae Soi memaparkan pencapaian

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK Humas Setda NTT
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi 

Di bidang pendidikan, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terus berupaya meningkatkan kesempatan masyarakat dalam mengenyam pendidikan pada tiap jenjang pendidikan, yang tergambar dari besaran Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).

Bidang Pariwisata. Pariwisata NTT juga mengalami pukulan hebat sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman selama periode Januari sampai dengan Agustus 2020 mencapai 3,41 juta kunjungan atau turun 68,17 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019.

Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar atau TPK Hotel Berbintang pada bulan Agustus 2020 mencapai 32,93 persen atau turun 21,21 poin dibanding TPK Agustus 2019, tetapi mengalami kenaikan sebesar 4,86 poin dibandingkan TPK Juli 2020.

Di sektor pertanian kita memiliki satu program unggulan yakni Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS yang dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian lahan kering terpadu, khususnya komoditi jagung serta peningkatan populasi ternak sapi, babi dan ayam.

Selain program TJPS, dalam rangka mendukung penanggulangan stunting/gizi buruk masyarakat dan peningkatan kesejahteran masyarakat telah dilaksanakan pengembangan kelor sebanyak 21.487 pohon pada lahan seluas 145 ha, serta penyediaan demplot sorgum dan talas ungu bagi kelompok tani.

Masyarakat peternak NTT setiap tahun secara terus menerus berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau secara nasional rata-rata sebesar 12 juta kg/tahun.

Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor penting dalam mensukseskan program NTT bangkit dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata sebagai penggerak utama, seperti pengembangan budidaya kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao, berupa pembangunan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang telah ditebar sebanyak 9.000 ekor serta telah tersedia 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong.

Pembangunan penyediaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengairan dan permukiman menjadi salah satu prioritas pembangunan NTT, karena ketersediaan infrastruktur berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan kondisi tahun 2019, Jalan Provinsi dengan kondisi mantap sebesar 1.743,55 km atau 65,79 persen dari total 2.650 km.

Pada tahun 2020 dilakukan peningkatan jalan sepanjang 372,74 km, sehingga jalan provinsi dalam kondisi mantap menjadi 2.116,29 km atau sebesar 79,86 persen, terjadi peningkatan 14,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan total pembangunan jembatan pada tahun 2019 sepanjang 96 meter dan pada tahun 2020 sepanjang 152 meter. Selain itu pada tahun 2020 dilakukan intervensi untuk meningkatkan daerah layanan irigasi seluas 1.289,49 hektar, sehingga luasan Daerah Irigasi dalam keadaan baik meningkat menjadi 36.876 hektar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 35.586 hektar.

"Akhir kata, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu atas segala sumbangan ide, kritik, perhatian dan tindakan baik bagi daerah yang kita cintai dan banggakan ini. Mari kita satukan langkah dan komitmen untuk membangun NTT maju dalam visi "NTT Bangkit Menuju Sejahtera," katanya. (hh)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved