Kamis, 7 Mei 2026

Wagub Josef: 2.116 Km Jalan Provinsi Kondisi Mantap

Pemerintah Provinsi NTT di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat-Josef Nae Soi memaparkan pencapaian

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK Humas Setda NTT
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) genap berusia 62 tahun pada Minggu (20/12/2020). Menjelang perayaan HUT, Pemerintah Provinsi NTT di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat-Josef Nae Soi memaparkan pencapaian.

"Hari Ulang Tahun NTT di tahun 2020 ini kita rayakan dalam suasana yang tidak biasa karena dunia masih diliputi pandemi Covid-19 yang mempersyaratkan sikap disiplin kita dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker," kata Wagub Josef Nae Soi mengawali pidato di Aula Fernandez Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Jumat (18/12) sore.

Baca juga: Local Heroes Award 2020: Ansi Dedikasikan untuk Anak Korban Kekerasan

Berdasarkan data yang ada, Covid-19 di NTT per tanggal 17 Desember 2020 terdapat akumulasi pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.709 orang dengan total kesembuhan sebanyak 930 orang atau 54,42 persen, sedangkan pasien meninggal terkonfirmasi sebanyak 36 orang atau sebesar 2,11 persen.

Pemerintah terus berupaya mengendalikan laju penyebaran Covid-19, baik terhadap tindakan pencegahan, penyembuhan pasien terkonfirmasi positif maupun penanganan korban meninggal sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Rossa: Raup Views

Wagub Josef mengatakan, saat ini dukungan pemerintah pusat sangat besar untuk NTT. Besarnya dukungan ini tidak terlepas dari besarnya perhatian Presiden Joko Widodo.

Salah satunya adalah ditetapkannya Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia bersama Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Dukungan pemerintah pusat ini tercermin dari diagendakannya Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 pada Tahun 2023 nanti.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2020 juga mengalami kontraksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang mempengaruhi penurunan konsumsi swasta maupun pemerintah serta investasi di tengah perbaikan kinerja sektor eksternal.

Ekonomi NTT triwulan III-2020 mengalami kontraksi sebesar 1,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 2019 year on year (y-on-y).

Namun bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya quarter to quarter (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,06 persen.

"Kondisi ini menggambarkan bahwa di masa pandemi ini NTT masih memiliki kinerja pembangunan ekonomi yang cukup baik, khususnya pada sektor primer pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.

Hal ini dapat dilihat dari struktur ekonomi NTT pada Triwulan III-2020 didominasi oleh kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai kisaran 28,30 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 67,71 persen.

Selain penanganan pandemi Covid-19, telah terjadi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di hampir seluruh Wilayah NTT dengan total penderita DBD per bulan Oktober 2020 sebesar 5.746 jiwa, dan kematian mencapai 58 jiwa.

Adapun tiga daerah terparah dengan kasus korban jiwa yang tinggi sehingga ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB, yaitu Kabupaten Sikka, Lembata dan Alor.

"Kita bersyukur bahwa melalui kerja sama penanganan antara pemerintah dan masyarakat, maka kasus DBD dapat diatasi dan sejak pertengahan tahun ini, status KLB di ketiga kabupaten tersebut telah dicabut," katanya.

Di bidang pendidikan, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota terus berupaya meningkatkan kesempatan masyarakat dalam mengenyam pendidikan pada tiap jenjang pendidikan, yang tergambar dari besaran Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).

Bidang Pariwisata. Pariwisata NTT juga mengalami pukulan hebat sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman selama periode Januari sampai dengan Agustus 2020 mencapai 3,41 juta kunjungan atau turun 68,17 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019.

Sedangkan Tingkat Penghunian Kamar atau TPK Hotel Berbintang pada bulan Agustus 2020 mencapai 32,93 persen atau turun 21,21 poin dibanding TPK Agustus 2019, tetapi mengalami kenaikan sebesar 4,86 poin dibandingkan TPK Juli 2020.

Di sektor pertanian kita memiliki satu program unggulan yakni Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS yang dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian lahan kering terpadu, khususnya komoditi jagung serta peningkatan populasi ternak sapi, babi dan ayam.

Selain program TJPS, dalam rangka mendukung penanggulangan stunting/gizi buruk masyarakat dan peningkatan kesejahteran masyarakat telah dilaksanakan pengembangan kelor sebanyak 21.487 pohon pada lahan seluas 145 ha, serta penyediaan demplot sorgum dan talas ungu bagi kelompok tani.

Masyarakat peternak NTT setiap tahun secara terus menerus berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau secara nasional rata-rata sebesar 12 juta kg/tahun.

Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor penting dalam mensukseskan program NTT bangkit dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata sebagai penggerak utama, seperti pengembangan budidaya kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao, berupa pembangunan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang telah ditebar sebanyak 9.000 ekor serta telah tersedia 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong.

Pembangunan penyediaan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengairan dan permukiman menjadi salah satu prioritas pembangunan NTT, karena ketersediaan infrastruktur berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan kondisi tahun 2019, Jalan Provinsi dengan kondisi mantap sebesar 1.743,55 km atau 65,79 persen dari total 2.650 km.

Pada tahun 2020 dilakukan peningkatan jalan sepanjang 372,74 km, sehingga jalan provinsi dalam kondisi mantap menjadi 2.116,29 km atau sebesar 79,86 persen, terjadi peningkatan 14,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan total pembangunan jembatan pada tahun 2019 sepanjang 96 meter dan pada tahun 2020 sepanjang 152 meter. Selain itu pada tahun 2020 dilakukan intervensi untuk meningkatkan daerah layanan irigasi seluas 1.289,49 hektar, sehingga luasan Daerah Irigasi dalam keadaan baik meningkat menjadi 36.876 hektar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 35.586 hektar.

"Akhir kata, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu atas segala sumbangan ide, kritik, perhatian dan tindakan baik bagi daerah yang kita cintai dan banggakan ini. Mari kita satukan langkah dan komitmen untuk membangun NTT maju dalam visi "NTT Bangkit Menuju Sejahtera," katanya. (hh)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved