Rabu, 6 Mei 2026

Wagub Josef: 2.116 Km Jalan Provinsi Kondisi Mantap

Pemerintah Provinsi NTT di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat-Josef Nae Soi memaparkan pencapaian

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK Humas Setda NTT
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) genap berusia 62 tahun pada Minggu (20/12/2020). Menjelang perayaan HUT, Pemerintah Provinsi NTT di bawah duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat-Josef Nae Soi memaparkan pencapaian.

"Hari Ulang Tahun NTT di tahun 2020 ini kita rayakan dalam suasana yang tidak biasa karena dunia masih diliputi pandemi Covid-19 yang mempersyaratkan sikap disiplin kita dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker," kata Wagub Josef Nae Soi mengawali pidato di Aula Fernandez Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Jumat (18/12) sore.

Baca juga: Local Heroes Award 2020: Ansi Dedikasikan untuk Anak Korban Kekerasan

Berdasarkan data yang ada, Covid-19 di NTT per tanggal 17 Desember 2020 terdapat akumulasi pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.709 orang dengan total kesembuhan sebanyak 930 orang atau 54,42 persen, sedangkan pasien meninggal terkonfirmasi sebanyak 36 orang atau sebesar 2,11 persen.

Pemerintah terus berupaya mengendalikan laju penyebaran Covid-19, baik terhadap tindakan pencegahan, penyembuhan pasien terkonfirmasi positif maupun penanganan korban meninggal sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Rossa: Raup Views

Wagub Josef mengatakan, saat ini dukungan pemerintah pusat sangat besar untuk NTT. Besarnya dukungan ini tidak terlepas dari besarnya perhatian Presiden Joko Widodo.

Salah satunya adalah ditetapkannya Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia bersama Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Dukungan pemerintah pusat ini tercermin dari diagendakannya Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 pada Tahun 2023 nanti.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2020 juga mengalami kontraksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang mempengaruhi penurunan konsumsi swasta maupun pemerintah serta investasi di tengah perbaikan kinerja sektor eksternal.

Ekonomi NTT triwulan III-2020 mengalami kontraksi sebesar 1,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 2019 year on year (y-on-y).

Namun bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya quarter to quarter (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,06 persen.

"Kondisi ini menggambarkan bahwa di masa pandemi ini NTT masih memiliki kinerja pembangunan ekonomi yang cukup baik, khususnya pada sektor primer pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.

Hal ini dapat dilihat dari struktur ekonomi NTT pada Triwulan III-2020 didominasi oleh kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai kisaran 28,30 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 67,71 persen.

Selain penanganan pandemi Covid-19, telah terjadi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di hampir seluruh Wilayah NTT dengan total penderita DBD per bulan Oktober 2020 sebesar 5.746 jiwa, dan kematian mencapai 58 jiwa.

Adapun tiga daerah terparah dengan kasus korban jiwa yang tinggi sehingga ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB, yaitu Kabupaten Sikka, Lembata dan Alor.

"Kita bersyukur bahwa melalui kerja sama penanganan antara pemerintah dan masyarakat, maka kasus DBD dapat diatasi dan sejak pertengahan tahun ini, status KLB di ketiga kabupaten tersebut telah dicabut," katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved