SIAP PERANG vs China di Laut China Selatan, AS Jadikan Negara ASEAN ini Basis Pertahanan,Lakuka ini

Amerika Serikat benar-benar serius untuk memperisaipkan militernya untuk perang habis-habisan di Laut China Selatan

Editor: Alfred Dama
via intisari
Pasukan khusus LRR Filipina. 

Filipina sejauh ini merupakan penerima bantuan militer AS terbesar di kawasan Indo-Pasifik.

Di mana mereka menerima pesawat, kapal, kendaraan lapis baja, dan senjata ringan senilai total 685 juta US Dollar sejak 2015.

Ini menurut Kedutaan Besar AS di Manila.

Kunjungan Miller hanya beberapa minggu setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien mengunjungi Manila untuk mengirimkan rudal berpemandu presisi senilai 18 juta US Dollar.

Tahun lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meyakinkan Filipina bahwa Amerika Serikat akan membela jika diserang di Laut China Selatan.

Baca Juga: Sama-sama Pasukan Elite yang Dapat Latihan Militer Keras, Ternyata Pengawal Khusus Kim Jong-Un dan Paspampres Punya Banyak Kemiripan, 'Jika Bertemu, Mereka Sudah Paham'

AS dan China telah berselisih mengenai masalah dari teknologi dan hak asasi manusia hingga militerisasi maritim China.

Di mana kedua negara masing-masing menuduh satu sama lain melakukan perilaku provokatif yang disengaja.

Klaim China atas 80% Laut China Selatan mencakup wilayah yang diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Pengadilan internasional pada 2016 memutuskan bahwa klaim ekspansif China, berdasarkan peta historisnya, tidak sejalan dengan hukum internasional.*

Sebagian artikel ini sudah tayang di Intisari .Grid.ID dengan judul:  Dinilai Jadi Juru Kunci yang Sangat Penting di Laut China Selatan, Amerika Jor-joran Gelontorkan Duit Rp409 Miliar untuk Militer Negara Asia Tenggara Ini https://intisari.grid.id/amp/032462775/dinilai-jadi-juru-kunci-yang-sangat-penting-di-laut-china-selatan-amerika-jor-joran-gelontorkan-duitrp409-miliar-untuk-militer-negara-asia-tenggara-ini?page=all

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved