Muncul Kawah Baru Ile Lewotolok Pasca Erupsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok seminggu yang lalu ternyata telah menimbulkan satu kawah baru di puncak gunung

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Penampakan Gunung Ile Lewotolok dilihat dari arah Desa Jontona, Ile Ape Timur, Minggu (6/12/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-Erupsi Gunung Ile Lewotolok seminggu yang lalu ternyata telah menimbulkan satu kawah baru di puncak gunung. Diameter kawah baru tersebut sebesar 200 X 150 meter.

Hal ini dijelaskan Kepala Tim Tanggap Darurat Gunung Api Ile Lewotolok Ugan Saing yang juga Penyelidik Bumi Madya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kepada wartawan, Senin, (7/12/2020)

Ugan menerangkan, pada 29 November 2020 lalu, telah terjadi erupsi Gunung Api Ile Lewotolok dengan tinggi kolom abu erupsi mencapai 4.000 meter di atas puncak. Erupsi tersebut telah menghasilkan kawah baru di puncak gunung berukuran diameter utara-selatan 200 meter dan diameter barat-timur 150 meter.

Baca juga: Sumur Bor di Dusun Enak-Sikka Tidak Beroperasi, Camat Nelle Surati P2AT

Kawah tersebut terbentuk pasca erupsi yang menyebabkan warga di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur dan lokasi terbentuknya kawah baru berada di bagian barat kuba lava bagian tenggara.

Ugan melanjutkan dengan terbentuknya kawah itu berarti sistem dari kawah Ile Lewotolok sudah terbuka dan dia harap dengan terbukanya kawah itu tidak ada halangan lagi untuk penumpukan energi dan tidak ada akumulasi energi di dalam kawah.

Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Ini Pesan Dandim 1601 Sumba Timur kepada Masyarakat

Dengan demikian, lanjutnya, tingkat kegempaan yang terjadi belakangan ini pun sudah mulai menurun

Sementara, sisi kegempaan Gunung Ile Lewotolok masih tergolong tinggi, namun berdasarkan data yang ada erupsi yang terjadi memiliki energi erupsi yang semakin menurun dan dia harap aktivitas gunung sudah bisa lebih stabil.

Sampai saat ini rekomendasinya belum berubah. Status Gunung Api Ile Lewotolok masih tetap Siaga (level III) dan aktivitas masyarakat tetap berada di luar radius 4 kilometer.

Hanya saja, lanjutnya, hingga saat ini masih terjadi erupsi yang bisa terdengar suara gemuruh dan itu merupakan hal biasa. Sehingga, kepada masyarakat ia harapkan tak perlu panik ketika mendengar suara gemuruh yang berasal dari erupsi di kawah gunung.

Sementara itu, pada hari Minggu (6/12/2020) kemarin, banjir lahar dingin sempat mengalir ke lereng gunung hingga mencapai Desa Jontona dan Desa Lamaau. Aliran lahar dingin ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Ile Ape dan Ile Ape Timur. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved