Bupati SBS Sebut Tidak Bertindak Menguntungkan Diri Sendiri

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran menyatakan sikap tegas sebagai seorang negarawan

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edy Hayong
Bupati Malaka, SBS didampingi Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro, Kasat Binmas, IPTU. Cyrillus Manek mewakili Kapolres Malaka AKBP Albert Neno memberikan keterangan di Kantor bupati Malaka, Senin (7/12/2020). 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS yang juga salah satu calon bupati Malaka pada Pilkada Serentak, 9 Desember nanti menyatakan sikap tegas sebagai seorang negarawan.

Sebagai seorang Paslon, dirinya akan bertindak profesional sebagai Kepala Daerah yang baik , karena itu adalah bagian kesuksesan kepala Daerah dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama tahapan pilkada berlangsung.

Bupati SBS kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama unsur Forkopimda dalam upaya mensukseskan pilkada damai di Malaka, Senin (7/12/2020) mengatakan, pelaksanaan pilkada harus mengutamakan asa langsung, umum, bebas dan rahasia.

Baca juga: Seminar Nasional Ini Diharapkan Dapat Menghasilkan Pikiran Sesuai dengan Kebutuhan Daerah NTT

Dirinya selaku salah satu paslon, kata SBS, maka akan bertindak profesional sebagai Kepala Daerah yang baik , karena itu adalah bagian kesuksesan kepala Daerah dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama tahapan pilkada berlangsung.

"Jangan kuatir, saya tidak akan menggunakan kekuasaan saya dalam bertindak dan melakukan hal - hal menguntungkan diri sendiri karena ada aturan yang mengatur," katanya.

Baca juga: Lapor Kasus Pencemaran Nama Baik Melalui Facebook, Ansy Lema Harap Polisi Amankan Pelaku

Ditambahkan SBS, dirinya akan menjadi negarawan yang baik dalam melaksanakan hajatan pesta rakyat tahun 2020 ini karena kita semua diawasi dan kita semua bergerak dalam sistem.

"Saya senang sekali dan terimakasih saya ucapkan kepada pihak keamanan yang siap mengamankan pesta rakyat di Malaka ini," pungkas SBS.

Berkaitan dengan adanya ketidakhadiran KPU dan Bawaslu dalam rakor, SBS mengatakan, tidak mengetahui secara pasti. Namun kewajiban pemerintah mengundang pihak penyelenggara karena ini membicarakan soal kelancaran dan keamanan selama pilkada berlangsung sampai pada hari pencoblosan.

"Saya tidak tahu kenapa KPU Bawaslu tidak hadir. Tapi kita laksanakan rakor berjalan dengan baik karena ini kita saling koordinasi untuk mengetahui kekurangan apalagi ditengah pandemi covid19 sehingga kita carikan solusi terbaik. Saya ajak kita semua mari jaga pilkada Malaka agar berjalan sukses," pinta SBS. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved