Seminar Nasional Ini Diharapkan Dapat Menghasilkan Pikiran Sesuai dengan Kebutuhan Daerah NTT
Untuk ketiga kalinya Politeknik Pertanian Negeri Kupang menggelar seminar nasional 3
Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM| KUPANG- Untuk ketiga kalinya Politeknik Pertanian Negeri Kupang menggelar seminar nasional 3 dengan tema, Sinergi, Peluang dan Tantangan Pembangunan Menyongsong Era Society 5.0 di Hotel Aston Kupang, Senin (7/12/2020) pagi.
Ketika membuka kegiatan ini, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.S, mengharapkan agar seminar ini dapat menghasilkan pikiran-pikiran yang cocok atau sesuai dengan ragam kebutuhan masyarakat di Nusa Tenggara Timur ( NTT).
" Kita menelorkan pikiran-pikiran sesuai dengan kondisi riil daerah ini. Sesuai dengan kebutuhan orangtua kita, sanak, saudara kita di NTT. Hal-hal yang praktis sehingga dengan mudah diterima oleh masyarakat NTT," kata Thomas ketika memberi sambutan sekaligus membuka seminar ini.
Baca juga: Sebanyak 133 Ternak Mati Pasca Erupsi Ile Lewotolok, Pemda Siapkan Tiga Skenario
Menurut Thomas, inti dari seminar dan hasil penelitian ini semata untuk memajukan daerah ini terutama dapat menyejahterakan masyarakat. Masyarakat membutuhkan suport dari dunia kampus dengan berbagai kajiannya. Kajian-kajian itu dapat ia gunakan untuk mengolah lahan pertanian.
Pemerintah pusat kata lelaki asal Kabupaten Alor, ini mengalokasikan anggaran yang tak kecil bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Baca juga: Lapor Kasus Pencemaran Nama Baik Melalui Facebook, Ansy Lema Harap Polisi Amankan Pelaku
Anggaran untuk dunia pendidikan tahun 2021 sebesar Rp 550 triliun sedangkan dana untuk pembangunan masyarakat desa Rp 975 triliun dan masih banyak kucuran dana lain yang diarahkan untuk kemajuan pembangunan hingga desa-desa.
Ia mengatakan, satu di antara konsep Pemerintah Provinsi NTT, yakni tanam jagung panen sapi. Konsep ini kata dia, patut menjadi tantangan bagi Poltek Pertanian untuk bisa menerjemahkannya secara aplikatif.
"Mungkinkah kita bisa menjawabnya, saya yakin bisa, " kata lelaki yang selalu tampil low profile ini.
Ketua Panitia Seminar Nasional 3, Ida Ayu Lochana Dewi, S.Pi, M.Si, kepada Pos-Kupang.com, mengatakan, Seminar Nasional 3 ini dilakukan sebagai bentuk Tri Dharma PT.
Setiap penelitian dan pengabdian katanya perlu dipublikasikan untuk diketahui oleh masyarakat atau rekan sejawat/sesama dosen atau lembaga peneliti lainnya sehingga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Ida, karena tugas penelitian dan pengabdian ini menjadi tugas pokok dosen di seluruh Indonesia, ada baiknya para peneliti saling menukar informasi.
Ke depan kata dia, ada kemungkinan topik-topik penelitian dapat dikolaborasi antarinstitusi/lembaga penelitian di luar NTT.
Menurutnya, akan dilakukan pengembangan teknologi semi ringkai antara dosen di NTT, NTB dan Maluku karena punya iklim yang nyaris sama, yakni kekhasan lahan kering kepulauan.
Pada seminar ini tampil tiga orang panelis, yakni Nasih Widya Yuwono, SP, MP, pakar pertanian dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dengan materi bertajuk, Strategi Produksi Biomassa di Lahan Kering.
Pembicara lain Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si ( Reviewer Nasional Kemenristek/BRIN) membawakan materi, Sinergisme Akademisi dengan Stakeholder dalam Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Menyongsong Era Society 5.0.
Sedangkan Aholiab Anetpah, S.Pt, M.Rur.Sc, Ph.D, pakar dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang membawakan materi berjudul, Cara Bertani dan Beternak yang Cerdas Menuju Masyarakat Petani 5.0: Suatu Analisis Terhadap Pengelolaan Data Ternak dan Tanaman Pangan di Daerah Semi Ringkai NTT." Moderator seminar ini, yakni Alexander Tanody, SP, M.Si. Narasumber pertama dan kedua tampil secara virtual (online) sedangkan narasumber ketiga offline. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)