Kamis, 28 Mei 2026

4 Warga Tewas Disambar Petir Empat Korban Sekarat

Kisah pilu di awal Desember 2020. Sebanyak empat orang meninggal dunia dan empat lainnya sekarat akibat disambar petir

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok. Kapolsek Kupang Tengah
Korban tersambar petir di lokasi Proyek Pembuatan Saluran Air di Dusun Sanenu Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Selasa (1/11) sekitar Pukul 12.00 Wita. 

Selanjutnya, Carlos yang merupakan warga RT 009 RW 005 Dusun I, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto itu pergi memberitahukan kepada rekannya, Hengki Tonci Kase (57) dan para pekerja lainnya.

Hengki adalah warga RT 003 RW 001, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang

Kemudian mereka mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang untuk mendapatkan pertolongan.

"Sesuai catatan anggota kepolisian, meninggalnya para korban sesuai dengan pemeriksaan luar bahwa murni akibat sambaran petir pada saat berteduh di rumah kebun dan keluarga korban menerima kematian sebagai musibah," terang Elpidus.

Naas juga dialami Donelci Yanto Anin. Pemuda 18 tahun ini tewas disambar petir di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Selasa (1/12/2020).

Yanto mengalami luka melepu pada sekujur tubuh. Korban merupakan warga Kampung Kiusnasa RT 11 RW 02 Desa Humusu Wini.

Peristiwa itu bermula pada Selasa pukul 14:30. Yanto bersama Vistalis Yustisisanus Seran berada di kebun.

Entah bagaimana, tiba-tiba petir menyambar Yanto yang sedang berada di kebun Vitalis. Korban mengalami luka melepu di alat kelamin, perut bagian kanan, kaki, dan bahu.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas mengaku pihaknya sudah mengetahui kejadian seorang pria tewas tersambar petir di Desa Humusu Wini.

"Benar, kejadiannya tadi siang di Desa Humusu Wini," kata Nelson melalui pesan WhatsApp. Informasi tersebut disampaikan Kapolsek Wini, AKP Nikolaus Bouk.

Kapolsek Wini, AKP Nikolaus Bouk mengatakan, jasad Yanto telah dievakuasi ke Puskesmas Wini. Setelah pemeriksaan, jenazah Yanto diantar ke rumah orangtuanya.

"Setelah dari TKP, kami langsung bawa korban ke Puskesmas Wini. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban langsung dibawa ke pihak keluarga," jelas Niko ketika dikonfirmasi via telepon.

Kepala Desa Humusu Wini, Alfridus Bana mengatakan, keluarga iklas menerima kematian Yanto. "Jadi, orangtuanya terima dengan iklas karena memang ini kejadian alam yang kita tidak tau," ujar Alfridus.

Menurut Alfridus, kasus warga meninggal akibat disambar petir baru pertama kali terjadi di Desa Humusu Wini. "Selama ini tidak pernah terjadi peristiwa orang meninggal dunia karena disambar petir," katanya. (yon/mm)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved