Breaking News:

Salam Pos Kupang

Butuh Ketegasan Pemerintah

KITA memang belum aman dan belum lepas dari cengkeraman Covid-19. Wilayah kita belum steril dan membutuhkan perjuangan yang super keras

Butuh  Ketegasan  Pemerintah
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KITA memang belum aman dan belum lepas dari cengkeraman Covid-19. Wilayah kita belum steril dan membutuhkan perjuangan yang super keras untuk melawannya. Lihat saja setiap hari terus terjadi kasus ini baik di Kota Kupang maupun dari kabupaten lain.

Kemarin, Pemerintah Kota Kupang melalui Gugus Tugas Covid-19 menutup sementara tiga Puskesmas, yakni Oebobo, Oepoi dan Sikumana menyusul satu orang dokter dan tenaga kesehatan dilaporkan terpapar Covid-19.

Langkah menutup sementara tiga Puskesmas ini tepat untuk membatasi penyebaran virus sekaligus petugas menyemprot disinfektan serta mengambil sampel swab bagi paramedis yang bertugas di tiga Puskesmas ini.

Baca juga: Hijaukan Pesisir, Poktan Kaju Mata di Nagekeo Tanam 10 Ribu Anakan Mangrove

Petugas akan berusaha mencari tahu siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan tenaga kesehatan yang terpapar ini. Tentu saja tak sedikit orang yang pernah berkontak. Karena itu kepada masyarakat yang pernah berobat di tiga Puskesmas ini agar secara sadar menemui petugas kesehatan untuk melakukan swab. Dengan demikian dapat membatasi pergerakan virus untuk berpindah kepada orang lain secara masif.

Masyarakat boleh mendatangi Puskesmas lainnya untuk berobat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hanya dengan cara mematuhi protokol kesehatan kita dapat mencegah penyebaran virus ini. Jika tidak maka kita akan selalu hidup dalam cengkeraman rasa takut akan terpapar virus ini.

Baca juga: Paparan Covid-19 di Kalangan Tenaga Kesehatan di NTT: Fasilitas Kesehatan Lockdown-Sapa Mau Help

Meski demikian, betapa kita melihat masih banyak warga di kota ini belum sadar, sesadar-sadarnya. Protokol kesehatan belum kita lakukan secara total. Protokol kesehatan diabaikan. Masih setengah-setengah bahkan kita terkesan masa bodoh. Tak peduli dan masih beranggapan virus ini tak ada lagi.

Kerumunan massa masih terlihat di mana-mana. Pesta-pesta apalagi. Meski tuan pesta sudah mengingatkan tamu /undangan untuk menjaga jarak dan mengenakan masker tetap saja pelanggaran itu terjadi.

Hemat kita Pemkot/Pemda perlu tegas. Membuat larangan pesta atau aktivitas yang melibatkan banyak orang. Tekanan perlu ada agar tidak menjerumuskan banyak pihak di dalamnya.

Sebab ketika kelonggaran diberikan ternyata kesadaran itu tak muncul. Justru sebaliknya kita menemukan penyimpangan-penyimpangan karena sikap-sikap acuh tak acuh.

Jika saja tenaga medis yang dalam ukuran kita sangat disiplin menjalani protap kesehatan sudah terpapar, masyarakatnya bagaimana? Kita sungguh yakin jika masyarakat melakukan swab jumlahnya akan melonjak tajam. Bagaimana kesiapan rumah sakit, rasanya tak mampu menampungnya.

Karena itu ketika sikap masyarakat yang acuh tak acuh, ketika kesadaran belum total dan ketika tingkat masa bodoh dari masyarakat masih sangat tinggi, maka perlu dilakukan semacam operasi ketertiban Covid-19.

Penghentian secara total aktivitas di tengah masyarakat memang patut dilakukan oleh pemerintah. Kita berharap hari-hari ini terjadi perubahan kebijakan dari pemerintah sehingga lonjakan Covid-19 bisa ditekan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved