Habib Rizieq Shihab

Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu."

Editor: Benny Dasman
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar terkait dugaan penghinaan Pancasila Kamis (12/1/2017). 

"Jadi ulama ini lebih tinggi dari oposisi."

Habib Rizieq menyampaikan, sebagai ulama, ia bisa melihat mana keputusan pemerintah yang baik dan buruk.

"Mata ulama jeli," jelasnya.

Ulama Asli dan Ulama-ulamaan

Habib Rizieq lalu menyebut ada dua jenis ulama.

"Ulama ada dua, ulama asli dan ulama-ulamaan," ujarnya.

"Ulama-ulamaan ngajak umat ke surga-surgaan."

"Kalau ulama asli ngajak umat ke surga asli," lanjut dia.

Habib Rizieq menuturkan, sebagai ulama asli ia berperan sebagai guru bangsa, penasihat utama, dan pengontrol kebijakan pemerintah.

"Ulama asli berada di semua pihak, di atas pemerintah, di atas oposisi, di atas partai, di atas seluruh komponen bangsa," tegasnya.

Polisi: Kasus Hukum Masih Diproses Polisi

Tercatat Rizieq Shihab terlibat delapan kasus.

Di antaranya yakni kasus Rizieq dengan Aktivis Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.

Rizieq dituduh melakukan chat mesum dengan Firza.

Dalam kasus ini Rizieq sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, statusnya kini adalah SP3 atau penyidikan sudah dihentikan pada 2018.

Lalu kedua Rizieq terlibat dalam kasus pelecehan pancasila.

Kasus ini ditangani oleh Polda Jawa Barat.

Rizieq juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Rizieq masih memiliki sejumlah kasus yang saat ini statusnya masih mengambang atau belum ditutup.

Kasus itu ialah laporan dugaan pelecehan agama oleh pria 55 tahun tersebut.

Kasus dugaan penodaan agama dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, serta Student Peace Institute.

Laporan tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya

Kemudian ada kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial terkait uang Indonesia berlogo palu arit.

Seperti dengan kasus Firza Husein, kasus ini berstatus SP3.

Soal kasus-kasus yang dihentikan maupun yang berhenti menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, polisi masih mendata apa saja kasus itu.

Polisi memeriksa kembali bagaimana proses penyidikan kasus yang menjerat Rizieq.

Meski demikian, Awi belum bisa menjelaskan lebih lanjut.

Pasalnya kasus yang menjerat Rizieq kini masih akan didiskusikan.

"Kalau status perkaranya HRS kita masih koordinasikan ya."

"Bagaimana hasilnya kami tunggu dari penyidik," jelas Awi.

Pengakuan Habib Rizieq

Saat tiba di Indonesia, Habib Rizieq membeberkan sejumlah upaya dari pihak tertentu yang menghalangi dirinya beserta keluarga, untuk pulang ke Indonesia.

Beragam cara digunakan musuhnya agar dirinya beserta keluarga tak jadi pulang ke tanah air.

"Jadi ada yang bilang, 'Ah, ini kan cuma pura-pura jadi korban, pura-pura playing victim'. Nggak. Memang benar mau dibatalkan," katanya.

Dia melaporkan kepada pihak travel, bahwa e-mail yang diterima pihak travel adalah palsu.

Kemudian Rizieq membeberkan gangguan kedua yang dialaminya sebelum terbang ke RI.

"Tapi nggak puas sampai di situ. Malah, Ahad yang lalu, pada saat saya ke Riyadh, ada gerakan lagi. Mereka membuat e-mail atas nama travel, travel tempat saya membeli tiket. Nah, travel ini kan ngambil tiketnya ke bagian marketing. Saudia. Ternyata, kursi Saudia itu sudah diborong oleh marketing di Turki, di Istanbul. Jadi dibuatlah e-mail atas nama travel dikirim ke Istanbul, minta supaya jadwal saya, istri, dan dua putri saya dibatalkan dan dibatalkan," ujar Habib Rizieq.

"Jadi malam Ahad itu sudah batal. Saya punya jadwal. Tapi saya katakan kepada teman-teman pengurus FPI di Mekah jangan diumumkan. Diam. Kalau diumumkan, Ikhwan, padahal kita kan masih punya peluang untuk memperbarui, kita masih punya peluang untuk beli tiket lain, maka itu kita diam tidak kita umumkan. Kalau yang pertama kita umumkan. Pembatalan yang pertama kita umumkan. Yang kedua tidak kita umumkan," katanya.

Namun Habib Rizieq memilih untuk tidak menceritakan gangguan kedua tersebut.

Padahal dia dan keluarga tetap berhasil mendapatkan tiket untuk perjalanan pulang ke Indonesia.

"Tujuan saya kedua untuk tidak diumumkan apa, supaya musuh-musuh, penjahat-penjahat, bajingan-bajingan yang membuat itu sudah merasa menang. Dia merasa menang, ketawa-ketawa, 'Ahahaha, udah batal lo! Besok kalau lo ke airport, begitu masuk ke counter, nama sudah tidak ada'. Biar aja dia senang, nggak apa-apa. Jadi sengaja kita biarkan," kata Habib Rizieq.(*)

SUMBER: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/13/05144591/prajurit-tni-ad-yang-sambut-rizieq-shihab-kena-sanksi-kodam-jaya-jangan?page=all#page2

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, https://manado.tribunnews.com/2020/11/13/kodam-jaya-bilang-tak-larang-anggota-tni-sebut-kami-bersamamu-habib-rizieq-shihab?page=2.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved