Habib Rizieq Shihab

Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu."

Editor: Benny Dasman
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar terkait dugaan penghinaan Pancasila Kamis (12/1/2017). 

POS KUPANG, COM - Pjs Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Refki Efriandana Edwar menyebut Kodam Jaya tidak pernah melarang prajurit untuk menyampaikan aspirasinya terkait kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air.

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu."

"Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami," ujar Refki kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Dikatehui, Kopda Asyari Tri Yudha diberi sanksi bukan karena ungkapan kegembiraannya menyambut kepulangan pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Refki menjelaskan, Kopda Asyari dikenakan sanksi karena melanggar aturan kedisiplinan. Pernyataannya menyimpang dari komando pimpinan.

"Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami. Yang pertama, dia kan ditugaskan oleh dansatnya untuk melaksanakan tugas pengamanan obyek vital Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.

Kesalahan lain, Kopda Asyari menyebarkan tugas pengamanan obyek vital kepada publik melalui media sosial.

Padahal, prajurit mempunyai sumpah untuk menjaga kerahasiaan TNI.

Baca juga: Habib Rizieq Ungkap Pejabat Indonesia yang Berupaya Menghalangi Kepulangannya; Besok Anda Juga Mati

Baca juga: Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya!

"Tidak seharusnya dalam menjalankan tugas tersebut yang bersangkutan sesumbar dan men-share ke publik," ungkap Refki.

"Prajurit itu punya sumpah, menjaga rahasia TNI sekeras-kerasnya. Nah, itu malah dia abaikan, malah share ke publik dan menyimpang lagi dari tugasnya," tambah dia.

Berdasarkan pengakuan Kopda Asyari, dia ungkapan kebahagiaan yang terekam dalam video saat perjalanan tugas itu dibuat secara spontanitas.

Dengan demikian, Kodam Jaya memutuskan hanya memberikan sanksi disiplin ringan.

Kopda Asyari ditahan secara internal selama 14 hari. Sanksi lain penundaan kenaikan pangkat selama satu periode atau enam bulan dan tidak bisa mengikuti pendidikan selama dua periode.

Untuk diketahui, video yang menunjukkan prajurit TNI menyambut kepulangan pemimpin Rizieq Shihab ketika perjalanan tugas menuju Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 17 detik itu, prajurit TNI Kopda Asyari Tri Yudha mendokumentasikan perjalanannya dan mengungkapkan kegembiraannya atas kepulangan Rizieq ke Tanah Air.

"On the way bandara, persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir. Allahu Akbar," katanya.

Habib Rizieq Shihab Ungkap Sosok Penguasa yang Berupaya Menghalangi Kepulangannya

Setelah tiba di Indonesia beberapa waktu yang lalu, Habib Rizieq Shihab langsung kembali melontarkan argumennya terhadap pemerintah.

Ia juga menceritakan kehidupannya selama berada di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Rizieq juga menyebutkan bahwa ada sosok penguasa yang berupaya untuk menghalangi kepulangannya.

Ia kemudian juga mengirimkan pesan kepada pejabat Indonesia untuk mau diajak melakukan Revolusi Akhlak.

Hal itu disampaikan oleh Habib Rizieq di Markaz Syariah Petamburan, Jakarta, Rabu (11/11/2020), dan disiarkan di YouTube Front TV.

Awalnya ia menyinggung soal keadilan harus diberlakukan terhadap semua tanpa pandang bulu.

Baca juga: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Politisi PDIP Laporkan ke Polda, Begini Reaksi Pimpinan FPI Itu

Baca juga: Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

Tonton Juga:

"Keadilan itu untuk semua saudara," kata dia.

"Tidak boleh ada satu manusiapun yang tidak boleh diperlakukan tidak adil, apapun agamanya, apapun sukunya."

"Keadilan bukan hanya untuk umat Islam," tegas Habib Rizieq.

Ia lalu mengajak para jamaahnya untuk siap bersikap adil dan menegakkan keadilan.

"Inilah yang kita maksud dengan revolusi akhlak," jelas Habib Rizieq.

Pada kesempatan yang sama, Habib Rizieq juga meminta kepada jamaahnya jangan takut dengan risiko kematian dalam memperjuangkan keadilan.

Selanjutnya, ia menyampaikan pesannya kepada pejabat Indonesia supaya mau diajak melakukan Revolusi Akhlak.

Baca juga: Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya!

"Kepada para pejabat di Indonesia, ingat," kata Habib Rizieq.

"Besok Anda juga akan mati, bukan kami saja."

"Anda akan ditanya, kenapa bohong, kenapa ingkar janji, kenapa khianat, kenapa tidak amanat."

"Mumpung hayat masih dikandung badan, kami ajak."

"Ayo kita ajak Revolusi Akhlak," papar Habib Rizieq.

Ulama Bukan Oposisi

Habib Rizieq mengatakan, tugasnya sebagai ulama adalah menjalankan amar makruf nahi mungkar yang berarti menegakkan yang benar dan melarang yang salah.

"Posisi ulama itu bukan oposisi," kata dia.

Habib Rizieq menyinggugn soal sifat oposisi yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah baik itu benar maupun buruk.

"Oposisi seringkali memposisikan diri segala keputusan pemerintah baik atau tidak baik dia protes," kata dia.

"Jadi keputusan pemerintah yang sudah baik pun kadang-kadang diprotes juga."

Habib Rizieq mengaku dirinya sebagai ulama berbeda.

Apabila kebijakan dari pemerintah baik maka akan diapresiasi begitupula jika buruk akan dikritisi.

"Kalau begitu posisi ulama mulia tidak?" tanya Habib Rizieq kepada jamaahnya.

"Jadi ulama ini lebih tinggi dari oposisi."

Habib Rizieq menyampaikan, sebagai ulama, ia bisa melihat mana keputusan pemerintah yang baik dan buruk.

"Mata ulama jeli," jelasnya.

Ulama Asli dan Ulama-ulamaan

Habib Rizieq lalu menyebut ada dua jenis ulama.

"Ulama ada dua, ulama asli dan ulama-ulamaan," ujarnya.

"Ulama-ulamaan ngajak umat ke surga-surgaan."

"Kalau ulama asli ngajak umat ke surga asli," lanjut dia.

Habib Rizieq menuturkan, sebagai ulama asli ia berperan sebagai guru bangsa, penasihat utama, dan pengontrol kebijakan pemerintah.

"Ulama asli berada di semua pihak, di atas pemerintah, di atas oposisi, di atas partai, di atas seluruh komponen bangsa," tegasnya.

Polisi: Kasus Hukum Masih Diproses Polisi

Tercatat Rizieq Shihab terlibat delapan kasus.

Di antaranya yakni kasus Rizieq dengan Aktivis Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.

Rizieq dituduh melakukan chat mesum dengan Firza.

Dalam kasus ini Rizieq sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, statusnya kini adalah SP3 atau penyidikan sudah dihentikan pada 2018.

Lalu kedua Rizieq terlibat dalam kasus pelecehan pancasila.

Kasus ini ditangani oleh Polda Jawa Barat.

Rizieq juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Rizieq masih memiliki sejumlah kasus yang saat ini statusnya masih mengambang atau belum ditutup.

Kasus itu ialah laporan dugaan pelecehan agama oleh pria 55 tahun tersebut.

Kasus dugaan penodaan agama dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, serta Student Peace Institute.

Laporan tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya

Kemudian ada kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial terkait uang Indonesia berlogo palu arit.

Seperti dengan kasus Firza Husein, kasus ini berstatus SP3.

Soal kasus-kasus yang dihentikan maupun yang berhenti menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, polisi masih mendata apa saja kasus itu.

Polisi memeriksa kembali bagaimana proses penyidikan kasus yang menjerat Rizieq.

Meski demikian, Awi belum bisa menjelaskan lebih lanjut.

Pasalnya kasus yang menjerat Rizieq kini masih akan didiskusikan.

"Kalau status perkaranya HRS kita masih koordinasikan ya."

"Bagaimana hasilnya kami tunggu dari penyidik," jelas Awi.

Pengakuan Habib Rizieq

Saat tiba di Indonesia, Habib Rizieq membeberkan sejumlah upaya dari pihak tertentu yang menghalangi dirinya beserta keluarga, untuk pulang ke Indonesia.

Beragam cara digunakan musuhnya agar dirinya beserta keluarga tak jadi pulang ke tanah air.

"Jadi ada yang bilang, 'Ah, ini kan cuma pura-pura jadi korban, pura-pura playing victim'. Nggak. Memang benar mau dibatalkan," katanya.

Dia melaporkan kepada pihak travel, bahwa e-mail yang diterima pihak travel adalah palsu.

Kemudian Rizieq membeberkan gangguan kedua yang dialaminya sebelum terbang ke RI.

"Tapi nggak puas sampai di situ. Malah, Ahad yang lalu, pada saat saya ke Riyadh, ada gerakan lagi. Mereka membuat e-mail atas nama travel, travel tempat saya membeli tiket. Nah, travel ini kan ngambil tiketnya ke bagian marketing. Saudia. Ternyata, kursi Saudia itu sudah diborong oleh marketing di Turki, di Istanbul. Jadi dibuatlah e-mail atas nama travel dikirim ke Istanbul, minta supaya jadwal saya, istri, dan dua putri saya dibatalkan dan dibatalkan," ujar Habib Rizieq.

"Jadi malam Ahad itu sudah batal. Saya punya jadwal. Tapi saya katakan kepada teman-teman pengurus FPI di Mekah jangan diumumkan. Diam. Kalau diumumkan, Ikhwan, padahal kita kan masih punya peluang untuk memperbarui, kita masih punya peluang untuk beli tiket lain, maka itu kita diam tidak kita umumkan. Kalau yang pertama kita umumkan. Pembatalan yang pertama kita umumkan. Yang kedua tidak kita umumkan," katanya.

Namun Habib Rizieq memilih untuk tidak menceritakan gangguan kedua tersebut.

Padahal dia dan keluarga tetap berhasil mendapatkan tiket untuk perjalanan pulang ke Indonesia.

"Tujuan saya kedua untuk tidak diumumkan apa, supaya musuh-musuh, penjahat-penjahat, bajingan-bajingan yang membuat itu sudah merasa menang. Dia merasa menang, ketawa-ketawa, 'Ahahaha, udah batal lo! Besok kalau lo ke airport, begitu masuk ke counter, nama sudah tidak ada'. Biar aja dia senang, nggak apa-apa. Jadi sengaja kita biarkan," kata Habib Rizieq.(*)

SUMBER: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/13/05144591/prajurit-tni-ad-yang-sambut-rizieq-shihab-kena-sanksi-kodam-jaya-jangan?page=all#page2

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, https://manado.tribunnews.com/2020/11/13/kodam-jaya-bilang-tak-larang-anggota-tni-sebut-kami-bersamamu-habib-rizieq-shihab?page=2.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved