Habib Rizieq Shihab

Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu."

Editor: Benny Dasman
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar terkait dugaan penghinaan Pancasila Kamis (12/1/2017). 

Selanjutnya, ia menyampaikan pesannya kepada pejabat Indonesia supaya mau diajak melakukan Revolusi Akhlak.

Baca juga: Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya!

"Kepada para pejabat di Indonesia, ingat," kata Habib Rizieq.

"Besok Anda juga akan mati, bukan kami saja."

"Anda akan ditanya, kenapa bohong, kenapa ingkar janji, kenapa khianat, kenapa tidak amanat."

"Mumpung hayat masih dikandung badan, kami ajak."

"Ayo kita ajak Revolusi Akhlak," papar Habib Rizieq.

Ulama Bukan Oposisi

Habib Rizieq mengatakan, tugasnya sebagai ulama adalah menjalankan amar makruf nahi mungkar yang berarti menegakkan yang benar dan melarang yang salah.

"Posisi ulama itu bukan oposisi," kata dia.

Habib Rizieq menyinggugn soal sifat oposisi yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah baik itu benar maupun buruk.

"Oposisi seringkali memposisikan diri segala keputusan pemerintah baik atau tidak baik dia protes," kata dia.

"Jadi keputusan pemerintah yang sudah baik pun kadang-kadang diprotes juga."

Habib Rizieq mengaku dirinya sebagai ulama berbeda.

Apabila kebijakan dari pemerintah baik maka akan diapresiasi begitupula jika buruk akan dikritisi.

"Kalau begitu posisi ulama mulia tidak?" tanya Habib Rizieq kepada jamaahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved