Habib Rizieq Shihab

Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

"Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu."

Editor: Benny Dasman
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyapa ribuan anggota FPI diiringi salawat seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar terkait dugaan penghinaan Pancasila Kamis (12/1/2017). 

"On the way bandara, persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Takbir. Allahu Akbar," katanya.

Habib Rizieq Shihab Ungkap Sosok Penguasa yang Berupaya Menghalangi Kepulangannya

Setelah tiba di Indonesia beberapa waktu yang lalu, Habib Rizieq Shihab langsung kembali melontarkan argumennya terhadap pemerintah.

Ia juga menceritakan kehidupannya selama berada di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Rizieq juga menyebutkan bahwa ada sosok penguasa yang berupaya untuk menghalangi kepulangannya.

Ia kemudian juga mengirimkan pesan kepada pejabat Indonesia untuk mau diajak melakukan Revolusi Akhlak.

Hal itu disampaikan oleh Habib Rizieq di Markaz Syariah Petamburan, Jakarta, Rabu (11/11/2020), dan disiarkan di YouTube Front TV.

Awalnya ia menyinggung soal keadilan harus diberlakukan terhadap semua tanpa pandang bulu.

Baca juga: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Politisi PDIP Laporkan ke Polda, Begini Reaksi Pimpinan FPI Itu

Baca juga: Kodam Jaya Bilang Tak Larang Anggota TNI Sebut: Kami Bersamamu Habib Rizieq Shihab, Mengapa?

Tonton Juga:

"Keadilan itu untuk semua saudara," kata dia.

"Tidak boleh ada satu manusiapun yang tidak boleh diperlakukan tidak adil, apapun agamanya, apapun sukunya."

"Keadilan bukan hanya untuk umat Islam," tegas Habib Rizieq.

Ia lalu mengajak para jamaahnya untuk siap bersikap adil dan menegakkan keadilan.

"Inilah yang kita maksud dengan revolusi akhlak," jelas Habib Rizieq.

Pada kesempatan yang sama, Habib Rizieq juga meminta kepada jamaahnya jangan takut dengan risiko kematian dalam memperjuangkan keadilan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved