Opini Pos Kupang
Politik Keberpihakan ala Rashford
Manchester United membuka musim 2020-2021 dengan penuh harapan untuk memenangkan semua kompetisi baik regional, nasional
Oleh : Gabriel Adur, Bekerja di Keuskupan Agung Freising-Muenchen-Jerman
POS-KUPANG.COM - Manchester United membuka musim 2020-2021 dengan penuh harapan untuk memenangkan semua kompetisi baik regional, nasional maupun internasional.
Dalam dua pertandingan pembuka melawan Paris Sankt Germain ( Perancis ) dan RB Leipzig ( Jerman ) di liga champions "the red devil" menampilkan sebuah permainan yang sudah lama dirindukan oleh fans.
Kunci kesuksesan mereka tak terlepas dari perang Marcus Rashford. Bintang muda ini memiliki impian: selain menjadi motivator di lapangan hijau juga menjadi setetes air kehidupan untuk menghilangkan dahaga anak-anak miskin di Inggris. Bukan hanya menjadi bintang di lapangan bola, tapi juga menjadi bintang yang bersinar untuk menerangi hidup semua anak miskin di negaranya.
Kritik Terhadap Negara
Pesepak bola profesional di Eropa diidentik dengan kekayaan dan gaya hidup mewah. Namun ada beberapa pengecualian seperti bintang Liverpool Sadio Mane yang lebih memilih untuk membangun rumah-rumah sakit dan membantu anak-anak miskin di negaranya ketimbang membeli mobil mewah lamborgini ala Beckham, Abumeyang dan Christian Ronaldo.
Ngolo Kante pemain genius asal Perancis yang menjadi pesepak bola yang dipuji oleh publik sebagai bintang dengan karakter terbaik. Kante memilih untuk memakai mobil bekas namun menyumbangkan sebagian besar gajinya untuk proyek-proyek kemanusiaan di Afrika. Begitu pula dengan Lukaku dari Intermilan dan Neven Subotic dari Union Berlin-Bundes Liga.
Di saat teman-teman seteamnya lebih memilih untuk menikmatiki hidup dengan mobil-mobil mewah dan Instagram, Marcus ( yang baru berusia 23 tahun ) memiliki untuk mendedikasikan diri dan kebaikan kepada warga miskin di Inggris.
Dia menghabiskan waktunya untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Programnya sangat konkrit dan sederhana: anak-anak di Inggris harus mendapat makanan gratis untuk makan siang.
Dengan aksi nyatanya Marcus tidak mengkotbahkan dan memberi pidato tentang etika kesederhanaan. Etika-nya sudah nyata dalam perbuatan dan aksi nyata.
Sejak Juni tahun 2020 sang bintang mengirim surat terbuka kepada pemerintahan Inggris. Tuntutannya jelas, memberikan kartu-kartu makan siang gratis untuk anak-anak miskin agar mereka juga pada liburan musim panas.
Tuntutannya mendapat sambutan baik dari pemerintah Inggris yang mengeluarkan biaya 120 Juta pounsterling. Uang sebanyak ini dibagikan kepada anak-anak miskin. Namun untuk aksi-aksi selanjutnya Downing Street berusaha secara politis untuk menghentikan aksi sosila kemanusiaan ini.
Alasan politisnya pun rancu, pemerintah tak seharusnya bertanggungjawab untuk segala persoalan juga untuk memperhatikan makan siang anak-anak miskin". Dengan alasan ini mereka mengambil keputusan politik untuk tidak mendukung.
Tak ada kata cukup untuk Rashford. Penolakan politis pemerintah malah menguatkan aksinya. Sang bintang membuka perdebatan terbuka dengan pemerintah lewat Twitter.
Alasan-alasan logis dan kemanusiaannya membuat parlemen Inggris bungkam.
Credonya jelas: anak-anak dan masa depan mereka diutamakan. Di balik keyakinannya ada kritik terhadap keangkuhan politik negaranya, "anak-anak tidak harus lapar di sebuah negara kaya seperti Inggris yang menginvestasikan miliaran pounsterling untuk perkembangan industri".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perihal-status-honorer-lolos-pppk.jpg)