Keluarga Bawa Jenazah Pasien, Hasil Swab Baru Keluar
Seorang pasien yang menjalani perawatan di RS Siloam Kupang, berinisial AL meninggal dunia
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Seorang pasien yang menjalani perawatan di RS Siloam Kupang, berinisial AL meninggal dunia, Minggu (1/11) pukul 19.00 Wita. Pasien dikabarkan penderita diabetes dan sesak napas.
Ia baru saja dirawat dan menjalani tes swab, Sabtu (31/10). Pasien kemudian dibawa untuk dimakamkan. Setelah dimakamkan, barulah diketahui hasil swab pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, membantah dan mengklarifikasi pemberitaan media online kalau jenazah dibawa paksa pulang keluarga.
"Sesuai pemberitaan online yang menyatakan pasien Covid pulang paksa itu tidak benar. Secara pribadi saya tidak menyampikan pernyataan seperti itu. Untuk jelasnya kronologi tentang kepulangan pasien akan dijelaskan pihak RS," kata Retno saat memberikan klarifikasi kepada Pos Kupang, Senin.
Kasus ini membuat dirinya tidak tidur semalam suntuk. Kasus sudah mulai dari pukul 21.00 Wita.
Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Ada 15 Kontak Erat di Kota Waingapu
"Saya tidak tidur semalam karena masalah ini dari jam 9 malam. Minta SITU dokter, pemeriksaan, tunggu sampai jam setengah 12, hasil baru keluar. Jam 11 jenazah dikeluarkan tanpa konfirmasi tim, makanya Pak Wali bilang mau audit RS Siloam," tuturnya.
Retnowati menyebut rumah sakit teledor mengizinkan pulang pasien yang meninggal tanpa berkoordinasi dengan tim. "Kami minta dokter untuk tahan dulu d irumah sakit. Kemudian dokter kirim hasil. Ternyata jenazahnya disuruh pulang. Kita sudah hubungi Pak Kapolres, polisi sudah datang untuk mengawal pemakaman jenazah. Tapi waktu polisi kejar mobil ambulance bukanya ke tempat pemakaman tapi pulang ke rumah. Padahal anak-anak sudah pesan peti khusus dekat RS itu," ujarnya.
Baca juga: Ingatkan Jemaah Umrah Soal Covid-19
Kepada warga yang hendak melayat tim berusaha menyampaikan kepada keluarga agar jenazah bisa segera dimakamkan mengikuti protokol pemakaman Covid-19.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, tidak bisa memberikan pernyataan panjang lebar dan mengarahkan wartawan untuk menghubugi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang.
"Kaka langsung saja dengan Ibu Kadis karna Ibu Kadis yang sudah keluarkan keterangan di kawan-kawan media," tulis Ernest melalui pesan Whatsapp, Selasa.
Ketika ditanyakan terkait keterlibatan pihak gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Kupang dalam pemakaman pasien yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tersebut, Ernest kembali mengarahkannya ke kepala dinas. "Berkenan Kaka langsung sama Ibu Kadis. Makasih," bebernya.
Direktur Utama RS Siloam, Dr Hans Lie, keika dikonfirmasi menjelaskan pasien meninggal setelah diswab dan hasilnya belum keluar. Tetapi, dalam penataalaksanaan semuanya sudah sesuai prosedur Covid-19.
Mulai dari layanan pasien sampai pasien tersebut meninggal. Sampai saat ini, kata Dr Hans, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dan tim lainnya. Termasuk juga soal mengapa jenazah dipulangkan sebelum hasil swab keluar. "Itu sedang kita koordinasikan, soalnya saya juga sedang di luar kota," ujarnya. (yen/cr5)