Semangat GLS Harus Dimulai, Oskar : Literasi Sangat Dibutuhkan
budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Semangat GLS Harus Dimulai, Oskar : Literasi Sangat Dibutuhkan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Direktur Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pelita Harapan Masyarakat Nagekeo, Oskarius Meta mengatakan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.
"Kita harus lebih semangat, terus giat untuk menggerakan literasi. Kami bisa duduk didepan karena memang literasi yang kami jalani selama ini adalah literasi. Semangatnya adalah harus memulai. Perkembangan iptek terus maju. Kalau di Indonesia masih mau menuju 4.0 tapi kalau di luar negeri sudah 5.0. Artinya dunia semakin berkembang. Literasi sangat dibutuhkan," ujar Oskarius saat seminar dan pergelaran literasi di SMA Negeri I Boawae Desa Raja Timur Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Rabu (28/10/2020).
Seminar dan pergelaran literasi tersebut digelar dalam rangka merayakan hari sumpah pemuda dan bulan bahasa dengan tema mewujudkan generasi muda yang beraktivitas dan melek literasi Diera 4.0 menuju 5.0.
Oskarius mengatakan konsep literasi harus mulai dari keluarga. Ketika sudah berada disekolah akan beradaptasi. Mulai dari pikiran, narasi dan aksi.
"Literasi secara umum, itu terkait membaca dan menulis. Berbicara literasi itu ada tiga komponen, pikiran, narasi dan eksen, tindakan atau aksi. Kalau pikiran kita baik jelas narasinya baik dan tentu aksinya baik. Namun kalau pikirannya tidak baik otomatis, narasi dan aksinya tidak baik," ujarnya.
Ia juga menyinggung soal bermedia sosial. Jaman saat ini bermedia sosial sudah menjadi kebutuhan.
"Media sosial sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Bangun pagi tidak langsung minum air, tapi buka hp dan cek status. Belum baca isi berita tapi sudah berpikir ke arah yang tidak baik, narasinya kurang bagus akan berdampak pada aksi, sehingga berdampak pada sikap," ujarnya.
Ia mengajak sekolah juga harus membangun atau membentuk sistem untuk menggalakan semangat membaca buku. Jaman saat ini sudah beralih, misalkan membaca harus via hand phone dan itu wajar.
"Di lingkungan bagus, ada perpustakan gunakan waktu 10-15 menit untuk baca. Buku ada tapi tidak pernah dibaca itu sama saja. Ketika ada buku, bapa ibu guru larang tidak boleh..Jangan larang mereka. Mungkin hobi, mereka baca secara langsung atau membaca buku via hand phone. Tapi guru harus memantau fungsi dari hand phone. Persaingan dunia global tidak cukup cerdas, tapi harus kreatif atau inovasi," ujarnya.
Ia mengatakan generasi muda harus dipersiapkan mulai dari saat ini. Generasi muda harus terus belajar.
Baca juga: Jajaran Polsek Maulafa Gelar Tilang Masker
Baca juga: Sakit, Dua Bocah Sikka Ini Diterbangkan ke Surabaya
Baca juga: Nelayan Kampung Nyamuk Lewoleba: Bantuan Pemerintah Tak Tepat Sasaran
Baca juga: Wali Kota Paparkan Program Unggulan Pemkot Kupang Tahun 2020, Yuk Simak
"Gerakan Literasi Sekolah (GLS) harus terus ditingkatkan. Sehingga SMA Negeri I Boawae menjadi sekolah yang GLS terbaik di Nagekeo. Tidak hanya melaksanakan rutinitas. Tapi kita harus mengikuti perkembangan zaman. Bukan zaman yang kita kendalikan, tapi kita yang harus ikut tuntutan zaman," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).