UMKM Berkontribusi bagi Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Talk Show Peningkatan Kemampuan Masyarakat dan UMKM Bidang Pangan melalui Pengetahuan Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP).
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
UMKM Berkontribusi bagi Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU --Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM )saat ini berkontribusi besar dan nyata dalam perekonomian Indonesia, apalagi di suasana Pandemi Covid-19. Karena itu, UMKM perlu terus dibina dan ditingkatkan untuk kemandirian bangsa.
Demikian salah satu kesimpulan yang disampaikan Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noor Erma Nasution, M.S, Apt pada acara
Talk Show Peningkatan Kemampuan Masyarakat dan UMKM Bidang Pangan melalui Pengetahuan Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP).
Talk Show ini diselenggarakan oleh Radio Max 96.9 FM Waingapu, Sumba Timur, Minggu (25/10/2020) malam.
Talk Show ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Airlangga, masing-masing, Prof. Dr. Sugijanto, M.S, Apt dan Prof. Dr. Noor Erma Nasution, M.S, Apt dengan moderator, Heinrich D. Dengi.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Noor Erma Nasution, M.S, Apt dalam paparannya menyampaikan kontribusi UMKM dalam meningkatkan PDB Indonesia 2010-2018.
"Kontribusi UMKM dalam meningkatkan PDB Indonesia tahun 2010-2018 cukup baik, yakni mencapai 58 persen, sedangkan sektor lainnya sebesar 42 persen. Sedangkan pada tahun 2019 sebesar 60 persen," kata Noor.
Dalam kesimpulannya, Noor mengatakan, UMKM turut berkontribusi besar dan nyata dalam ekonomi Indonesia, perlu terus dibina dan ditingkatkan untuk kemandirian bangsa.
Noor mengatakan, pewarna makanan dapat digunakan pewarna alami maupun sintetik yang aman bagi makanan.
"Pengawet makanan dapat digunakan bahan kimia dan alami yang aman sesuai dengan persyaratan kadar yang dapat diterima oleh tubuh. Selain itu perlu adanya sosialisasi dan pemahaman berbagai bahan pengawet bagi produsen dan konsumen serta aturan atau regulasi harus ditaati untuk melindungi konsumen," ujarnya.
Noor juga mengatakan, UMKM di Indonesia 64.194.957 unit atau total 99 persen unit usaha, mempekerjakan 116.978.631 orang atau 97 persen dari total tenaga kerja, serta Industri pengolahan non pertanian (makan minum) sebesar 44,9 persen.
Dijelaskan, persoalan UMKM khusus di industri makan minum yakni ketidaktahuan mengenai regulasi menyangkut pangan, produktivitas dan kinerja usaha, proses pembuatan makanan yang baik, penggunaan BTP makanan yang diproduksi agar dapat bertahan lama, pemenuhan syarat kesehatan hyegene dan sanitasi, peningkatan pemasaran dan networking bagi perusahaan makan minum.
Dia juga menjelaskan soal esensi UU No 18/2012 tentang pangan, seperti mutu pangan dan BTP dan UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen.
Sementara itu, pemateri sebelumnya, Prof. Dr. Sugijanto, M.S, Apt dengan materi yang bertema, Cara Produksi Pangan yang baik memaparkan sejumlah dasar hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan pengamanan makanan dan minuman.
Terkait keamanan pangan, Sugijanto mengatakan,hal itu sudah diatur secara jelas dalam UU No 18/2012 Pangan Pasal 67-69 .
Bahkan, lanjutnya, keamanan pangan juga diatur dalam PP No 86 Tahun 2019, yakni kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran biologi,kimia dan benda lainnya yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan keselamatan manusia, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
"Pangan itu wajib miliki izin edar yang diterbitkan Badan POM," katanya.
Prof. Sugianto juga menyampaikan soal persyaratan sanitasi pangan , pangan tercemar, Industri rumah tangga.
CEO Radio Max FM Waingapu, Heinrich D. Dengi mengatakan, talk show itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi bagi masyarakat NTT, khususnya Sumba Timur tentang pentingnya UMKM dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Menurut Heinrich, selain UMKM, ketahanan dan keamanan pangan penting bagi masyarakat sebagai konsumen.
Baca juga: Pembangunan Sarpras di Loh Buaya Pulau Rinca Tidak Perhatikan Komodo
Baca juga: ZODIAK Pisces Tahu Pentingnya Uang Cancer Utamakan Karir RAMALAN ZODIAK Senin 26 Oktober 2020
Baca juga: Kadis Pariwisata Mabar Sebut Pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca Sudah Ada Kajian Lingkungan
Baca juga: Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Jatuh pada Tanggal 29 Oktober 2020 Menurut UAS
"Perlindungan konsumen sangat utama, sehingga dengan talk show ini diharapkan bisa memberikan pemahaman bagi kita semua tentang keamanan pangan," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)