Breaking News:

Minta Pemda TTU Batalkan Pameran, Biarawan Katolik Datangi Kantor Bupati, Polres, dan DPRD

Sejumlah biarawan dan biarawati katolik se dakenat Kefamenanu mendatangi Kantor Bupati Timor Tengah Utara ( TTU), Polres TTU, dan Kantor DPRD TTU

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Sejumlah biarawan dan biarawati se dakenat Kefamenanu berdialog dengan Wakapolres TTU Kompol Yeter B Selan di Mapolres TTU, Rabu (16/9/2020). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sejumlah biarawan dan biarawati katolik se dakenat Kefamenanu mendatangi Kantor Bupati Timor Tengah Utara ( TTU), Polres TTU, dan Kantor DPRD TTU, Rabu (16/9/2020).

Mereka mendatangi ketiga institusi tersebut untuk meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten TTU membatalkan pelaksanaan pameran pembangunan dalam rangka memperingati HUT Kota Kefamenanu ke 98.

Pasalnya, pelaksanaan pameran pembangunan tersebut nantinya akan berpotensi memunculkan cluster baru dalam penyebaran covid-19 di daerah tersebut.

PMKRI Cabang Kefamenanu Demo Tolak Pelaksanaan Pameran Pembangunan HUT

Berdasarkan pantauan, para biarawan katolik star dari Gereja Paroki Santa Theresia ke kantor Bupati TTU. Karena bupati TTU sakit, para biawaran langsung menuju ke Polres TTU.

Di Polres TTU, mereka diterima oleh Wakapolres TTU, Kompol Yeter B. Selan. Disana mereka membaca pernyataan sikap agar pemerintah membatalkan pelaksanaan pameran pembangunan.

Romo Dicky Letto saat membacakan pernyataan sikap mengatakan rencana pemerintah daerah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam masa pandemi Covid-19 secara kasat mata melanggar protokol kesehatan serta peraturan penanggulangan penularan Covid-19.

KPU Sumba Timur Verifikasi Dokumen Perbaikan Syarat Calon

Oleh karena melanggar protokol kesehatan, pihaknya meminta agar pemerintah daerah setempat untuk membatalkan kegiatan pameran pembangunan tersebut.

Para biarawan juga mendesak pihak keamanan (Polri, TNI, Sat Pol PP) untuk melakukan penegakan hukum dan tindak tegas terhadap berbagai pelanggaran protokol kesehatan covid-19 sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan para biawaran dan biarawati juga meminta kepada seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk tidak mengikuti kegiatan pameran tersebut.

"Meminta dan melarang umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk tidak menghadiri kegiatan pameran pembangunan, expo, dan pasar rakyat bila pemda TTU dan panitia pelaksana tetap kokoh melaksanakan kegiatan tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Kabupaten TTU, Kompol Yeter B. Selan dalam berdialog dengan para biarawan biarawati mengatakan bahwa Polres TTU tetap berpegang pada keputusan awal untuk tidak mengeluarkan izin keramaian terhadap kegiatan pameran pembangunan tersebut.

Bahkan, pihaknya juga telah melayangkan surat kepada pemda TTU untuk meminta pertimbangan pembatalan karena kegiatan itu akan mengumpulkan banyak orang dan berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

Menurutnya, kedatangan para biarawan-biarawati dan PMKRI tersebut akan menjadi dasar bagi Polres TTU untuk melayangkan surat permohonan pembatalan untuk ke sekian kalinya kepada Pemda TTU.

"Sejauh ini Polres TTU tetap pada sikap awal tidak mengeluarkan izin keramaian. Terkait permintaan untuk membubarkan kegiatan pameran pembangunan jika dipaksakan berjalan tanpa izin keramaian, kita akan sampaikan kepada Kapolres TTU sebagai pengambil kebijakan," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved