Minggu, 26 April 2026

Opini Pos Kupang Rabu 16 September 2020

Membaca Trend Naik Penderita COVID-19 di NTT

Kita kembali dikejutkan. Kenaikan positif C19 di NTT menembus record baru, 39 orang. NTT memasuki masa darurat C19

Editor: Ferry Jahang
Freepik via Tribunnews
ILUSTRASI Corona Virus 

Fakta Ketujuh. Angka positive rate C19 di NTT saat ini adalah 7 persen dengan jumlah kasus aktif saat ini ditangani adalah 98 orang.

Sejauh ini kita ketahui bersama bahwa pengendalian C19 di masyarakat adalah 3 M -Masker, Mencuri Tangan dan Menjaga Jarak.

Sementara sistem kesehatan menghendaki adanya 3T -Test-Tracing (pelacakan) -Treament (perawatan).

Hingga saat ini kapasitas Laboratorium Biomolecular di RSU WZ Yohannes dan lab pendukung dengan pemeriksaan TCM di beberapa kabupaten belum mampu meningkatkan kecepatan pemeriksaan sample C19 di NTT.

Menurut WHO, minimal ada 1 sample per 1000 penduduk per minggu. Artinya di NTT dengan penduduk, 5.5 juta jiwa, dibutuhkan sedikitnya 5.500 pemeriksaan sample C19 per minggu, atau 1000 sample per hari.

Kenyataannya NTT hanya bisa memeriksa rata-rata 100 sampel per hari. Kapasitas lab kita baru 10 persen dari yang seharusnya.

Kondisi membuat system surveilans covid berbasis lab belum bisa dilaksanakan di NTT. Karena itu kebutuhan untuk peningkatan kapasitas laboratorium di NTT menjadi sangat mendesak.

Kebutuhan lab ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat pandemi C19, tapi juga untuk mendukung upaya pemerintah untuk pemberantasan malaria, pencegahan deman berdarah, penurunan kasus TB, kasus kejadian luar biasa keracunan makanan yang sering terjadi di NTT.

Semua ini butuh ketersediaan laboratorium yang berkualitas di NTT.

Jika pada fase awal pandemi C19 di Indonesia, NTT bisa meminta bantuan Jakarta, Surabaya dan Makasar untukpemeriksaan sample C19, saat ini terbukti bahwa daerah yang dianggap"maju" pun kewalahan melayani permintaan pemeriksaan sample yang berasal dari diri sendiri.

Untuk kita, solusinya adalah kehadiran laboratorium yang kuat dan berkualitas di NTT sudah sangat dibutuhkan sekarang.

Terakhir, hinggak ini belumbisadipastikankapankrisis yang diakibatkan oleh pandemi C19 akan berakhir.

Antony Faucidari CDC (Center for Disease Control and Prevention) di AS memperkirakan bahwa paling cepat krisis akibat pandemi akan menemukan titik terang di akhir tahun 2021.

Solusinya disiplin bersama untuk menerapkan protokol C19 dari lingkup terkecil seperti keluarga, komunitas hingga ruang publik secara terintegrasi menjadi keharusan.

Di saat yang sama menjaga agar roda ekonomi tetap berputar. Untuk itu penemuan cara-cara kreatif untuk menjaga roda ekonomi berputar yang diikuti dengan pemahaman mendetil pencegahan penyebaran C19 juga tidak bisa diabaikan.

Ya, orang harus kerja untuk makan, tetapi untuk makan orang harus hidup terlebih dahulu.

Menjaga agar rantai penyebaran C19 tidak menjadi liar, dan memastikan agar penderita C19 yang ada bisa tertangani dengan baik merupakan kerja bersama yang perlu kita tuntaskan.(*)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved