Minggu, 26 April 2026

Opini Pos Kupang Rabu 16 September 2020

Membaca Trend Naik Penderita COVID-19 di NTT

Kita kembali dikejutkan. Kenaikan positif C19 di NTT menembus record baru, 39 orang. NTT memasuki masa darurat C19

Editor: Ferry Jahang
Freepik via Tribunnews
ILUSTRASI Corona Virus 

Keempat, dari total lima (5) kematian akibat C19, terjadi di kalangan usia 49-59 tahun. Artinya kelompok usia lanjut dengan penyakit penyerta memiliki risiko yang lebih besar jika terpapar virus C19.

Perlindungan terhadap kelompok ini, dimulai dengan bagaimana kelompok usia produktif berperilaku;

karena jika virus C19 dibawa pulang oleh kelompok usia produktif; akibat fatalnya pada kelompok usia lanjut dan yang punya penyakit bawaan.

Kelima, terjadi pergeseran pola penyebaran C19 di NTT berdasarkan kelompok.

Pada awal-awal peningkatan jumlah positif C19 NTT di bulan April -Mei, didominasi oleh kejadian yang berasal dari "kelompok orang"

seperti kluster Asrama STT Sangkakala di Sumba Timur, Gowa, Lambelu, Magetan dan Sukabumi. Juga kejadian transmisi lokal terutama di Kota Kupang dan Ende.

Namun sejak bulan Juni, dengan makin terbukanya arus lalulintas orang antar wilayah; terutama dari luar NTT, maka kluster "pelaku perjalanan" menjadi sumber
Utama angka positif C19 di NTT.

Berbeda dari kluster "kelompok orang" yang cenderung "mudah" ditelusuri karena berasal dari tempat yang sama dan dalam waktu pendek penularan bisa terjadi;

kluster Pelaku Perjalanan lebih bersifat "orang per orang", berasal dari berbagai Kota dan rentang waktu untuk tracing menelusuri kontak lanjutan antar individu menjadi panjang dan sulit.

Menyikapi kondisi ini, mau tidak mau, contact tracing dan surveilans ketat terhadap pelaku perjalanan menjadi wajib; baik lewat "kartu kewaspadaan" dari Kantor Kesehatan Pelabuhan yang harus benar dan lengkap;

juga peran surveilans berbasis masyarakat di tingkat warga untuk melaporkan pada "pendatang" atau "pemudik" baru di lingkungannya.

Keenam, hingga saat ini rata-rata waktu perawatan pasien C19 di NTT di sarana kesehatan adalah 28 hari.

Artinya jika peningkatan angka konfirmasi positif ini tidak cepat dikendalikan akan sangat membebani rumah sakit yang ada di NTT.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa fasilitas kesehatan di NTT sangat terbatas;

karena itu tugas kita semua untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan kasus yang diluar kendali sumberdaya kesehatan seperti yang sudah terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved