Breaking News:

Salam Pos Kupang

Jangan Bawa Isu SARA dalam Pilkada

DI tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, tahapan Pilkada di Indonesia termasuk di NTT terus berjalan

Jangan Bawa Isu SARA dalam Pilkada
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - DI tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19, tahapan Pilkada di Indonesia termasuk di NTT terus berjalan. Kita baru saja mengikuti hingar-bingar pendaftaran pasangan bakal calon bupati-wakil bupati ke KPU masing-masing daerah, yang terjadwal 4-6 September 2020.

Khusus untuk NTT, ada sembilan kabupaten yang sedang melaksanakan tahapan pilkada, yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Ngada.

Atonik 6.0 L Diperkenalkan di Nagekeo, Bisa Meningkatkan Produksi Jagung Hingga 59 Persen

Kita patut bersyukur dan mengapresiasi para bakal calon, para pendukung, masyarakat dan petugas KPU dan Panwaslu karena sejauh ini pelaksanaan tahapan pilkada ini berjalan dengan baik, meski kita harus tetap waspada di tengah mewabahnya virus Corona.

Sejauh yang kita pantau selama masa pendaftaran, ada 29 pasangan bakal calon yang mendafar di KPU. Kita masih terus menunggu proses verifikasi di KPU sampai dengan jadwal penetapan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020.

Target Pansus DPRD Lembata: Bangun Kantor Camat Buyasuri yang Baru

Masih ada kemungkinan di antara 29 bakal pasangan bakal calon gugur dan tidak bisa mengikuti tahapan pilkada selanjutnya. Kita harapkan pada bakal calon, para pendukung dan masyarakat umum siap menerima apa pun hasil yang ditetapkan oleh KPU nantinya. Tentu dengan keyakinan bahwa KPU bekerja profesional, tidak dipengaruh tekanan atau iming-iming tertentu.

Masih ada beberapa tahapan yang akan kita lalui sebelum sampai pada hari pemilihan pada 9 Desember 2020. Setelah penetapan oleh KPU pada tanggal 23 September 2020, kita akan memasuki masa kampanye, dengan rentang waktu yang cukup lama sampai dengan tanggal 5 Desember 2020.

Masa kampanye itu merupakan masa di mana para pasangan calon memperkenalkan diri, visi dan misinya kepada masyarakat. Tentunya dengan maksud agar masyarakat tertarik untuk memilih pasangannya.

Namun, masa kampanye pun merupakan masa yang krusial karena cenderung dimanfaatkan untuk menjelekkan calon-calon lain. Tidak bisa dipungkiri sering masyarakat digiring kepada isu-isu SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan).

Membawa-bawa SARA dalam kampanye tentu saja suatu pelanggaran dan mencoreng pelaksanaan pilkada yang seharusnya mengedepankan obyektivitas. Semestinya kampanye merupakan ajang pertarungan program untuk menyejahterakan masyarakat dan memajukan daerah.

Karena itu, dari awal kita ingatkan para pasangan calon dan masyarakat untuk tidak membawa-bawa SARA dalam pilkada. Jangan memilih calon berdasarkan SARA, melainkan berdasarkan keunggulan program yang didukung oleh karakter dan track record para calon.

Kita membutuhkan para kepala daerah yang kuat dan menonjol dalam program agar daerah kita bisa segera bangkit pasca wabah Covid-19 yang sudah memporak-porandakan fondasi ekonomi kita. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved