Sensus Penduduk 2020 Offline Berlangsung Hingga 30 September 2020

Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) NTT Darwis Sitorus menjelaskan, pelaksanaan sensus penduduk (SP) 2020 yang dilakukan secara luring atau Offline

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Sensus Penduduk 2020 Offline Berlangsung Hingga 30 September 2020
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kepala BPS NTT Darwis Sitorus

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) NTT Darwis Sitorus menjelaskan, pelaksanaan sensus penduduk (SP) 2020 yang dilakukan secara luring atau Offline akan berlangsung sejak September 2020 hingga 30 September 2020. Dalam SP 2020 tersebut, petugas sensus akan mendatangi rumah ke rumah guna melakukan pendataan.

Jumlah petugas sensus yang tersebar di NTT sejumlah 6.399 orang. Jumlah tersebut terbagi antara lain menjadi 5.170 orang petugas sensus, 496 orang koordinator kecamatan, dan 163 orang tim taspos. Petugas yang turun ke lapangan telah dilengkapi dengan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan, face shield, dan hand sanitizer. Sebelum turun melakukan sensus, petugas telah melakukan tes kesehatan berupa rapid test.

Operasi Gabungan Penertiban PKB di Kota Ende Para Pengendara Panik Lalu Balik Arah

Sebelumnya, realisasi pelaksanaan SP2020 secara online di NTT telah mencapai 18,19 persen dari target 23 persen. Berbagai kendala dialami, seperti pandemi Covid-19 dan ketersediaan sinyal internet. Darwis mengutarakan, kendala-kendala tersebut telah diidentifikasi untuk menyukseskan pelaksanaan SP2020 Offline.

Pelaksanaan SP2020 Offline akan dilakukan oleh petugas sensus yang berkoordinasi dengan ketua RT. Nantinya, dokumen pendataan penduduk harus diisi oleh masing-masing keluarga. Petugas pun akan memberikan pendampingan selama melakukan pengisian dokumen.

Tunggakkan Pajak Kendaraan Kabupaten Ende Meningkat, Langsung Gelar Operasi Gabungan

"Targetnya jangan ada satupun warga yang tidak tercatat. Oleh karena itu, kami terus lakukan sosialisasi untuk ini," jelas Darwis kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (3/8/2020).

Ia berharap, masyarakat tidak takut untuk menerima petugas sensus yang datang ke rumah. Masyarakat diharapkan mengisi data dengan jujur. "Bantu kami. Masyarakat jangan pasif," tandasnya.

Momen SP2020 merupakan momen perapian database yang mana data tersebut bisa digunakan untuk pengambilan kebijakan ke depan. BPS NTT sendiri sementara membangun sistem untuk membantu mengawasi, mengarahkan, dan mendampingi pelaksanaan SP2020. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved