Ini Seruan Uskup Siprianus Dalam Surat Gembala Untuk Pilkada Manggarai dan Mabar
Terkait Pilkada Manggarai dan Manggarai Barat 9 Desember 2020 mendatang, Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr menerbitkan surat gembala
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Terkait Pilkada Manggarai dan Manggarai Barat (Mabar) 9 Desember 2020 mendatang, Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr menerbitkan surat gembala
Dalam Surat Gembala Uskup Ruteng menyongsong Pilkada 9 Desember 2020 yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Kamis (3/9/2020), Uskup Ruteng Mgr Siprianus menyerukan pertama sesuai motto kegembalaan Omnia In Caritate (lakukan segala pekerjaanmu dengan kasih) umat Allah Keuskupan Ruteng hendaknya terlibat dengan penuh semangat cinta dan nai ca canggit tuka ca leleng dalam seluruh proses Pilkada, jangan golput, gunakan hak pilihmu sebagai ungkapan karya kasihMu.
Karena itu Kata Uskup Siprianus, Umat Allah harus memilih pemimpin yang memiliki pikiran, perasaan dan hati untuk rakyat. Pilihlah pemimpin yang berkompeten dan berintegritas.
• Pisah Kenal Kapolda NTT, Irjen Lotharia : Mungkin Karena Minum Air di Kupang dan Atambua
Selain itu, pilihlah pemimpin yang berkomitmen mendalam terhadap martabat pribadi manusia dan keutuhan ciptaan. Berani menolak politik Primordial dan SARA dan berani menolak politik 'menghalalkan segala cara' terutama 'politik uang' yang memilih calin hanya karena bayaran tertentu atau tergiur oleh janji politis yang mendatangkan keuntungan material.
Kedua, Uskup Siprianus menyeruhkan, kepada kaum awam sebagai gembala terbabtis dipanggil secara khusus untuk menjadi 'garam dan terang dunia' di tengah perhelatan politik Pilkada ini.
• Paket Desa Sejahtra Gelar Deklarasi, David Juandi; Kami Didukung Tiga Partai Politik
Karena itu, Uskup Siprianus mengharapkan kepada para kandidat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati serta Tim Suksesnya untuk berkompetisilah dengan sportif dan memperjuangkan kehidupan politik dalam semangat dan nilai-nilai kristiani. Berkomitmen untuk setia pada pancasila dan undang-undang RI tahun 1945 serta kebijakan-kebijakan luhur tradisi Manggarai.
Selain itu, berkampanye bersih tanpa mengumbar kebencian, menyebar berita bohong dan mempolitisasi SARA. Berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan umum dan kepentingan gereja lokal Manggarai. Dan berkomitmen untuk menolak KKN serta berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan menghormati martabat calon lain.
Ketiga, Uskup Siprianus juga menyeruhkan dengan mengimbau kepada KPU, Bawaslu, aparat pemerintah dan keamanan agar menjalankan tugasnya secara profesional jujur, netral dan bertanggung jawab, melayani masyarakat para calon dan partai politik secara baik.
Selain itu memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat terkait Pilkada sebagai bentuk edukasi politik dan menegakan kode etik penyelenggara Pilkada secara konsisten.
Keempat, Uskup Siprianus juga menyeruhkan agar para imam sebagai gembala tertahbis sungguh-sungguh menjaga peran dan marwah kristis profetisnya.
Karena itu kaum klerus diminta Uskup Siprianus untuk tidak diperkenankan terlibat dalam politik praktis. Menolak terjadinya politisasi perayaan Liturgi, penggunaan rumah ibadat, sarana dan prasarana paroki atau stasi demi kepentingan politik tertentu.
Selain itu, berkewajiban secara aktif melakukan pencerahan kepada umat dan konstentan Pilkada tentang proses demokrasi yang tepat dan bertanggu
ng jawab. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)