News

Brenton Tarrant, Teroris Brutal Itu, Didoakan Membusuk di Neraka, Cabut Nyawa Jemaah Selandia Baru

Brenton yang menembaki para jemaah dengan senjata otomatis dan memvideokan aksinya, tak mengucapkan sepatah katapun di persidangan yang berlangsung

Editor: Benny Dasman
istimewa
Brenton Tarrant pelaku penembakan jemaah di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019 lalu. 

"Kemudian dia mulai menembaki saya langsung dari jarak 3-4 meter.

Saya merunduk di antara mobil," katanya.

"Saya pergi ke tempat parkir belakang dan mengatakan kepadanya, 'Kemarilah. Kamu mencari saya?'

Aku tidak ingin dia masuk ke dalam masjid.

Saat itu aku tahu aku akan kehilangan nyawaku."

Namun, Tarrant berlari ke mobilnya, memberi kesempatan kepada Aziz untuk mengambil senapan yang dibuang dan melemparkannya ke kendaraan.

Ketika jendela sampingnya pecah, saya bisa melihat di matanya dia takut akan nyawanya sendiri.

Anda harus berterima kasih kepada Tuhan pada hari itu saya tidak menangkap Anda," kata Aziz kepada Tarrant.

"Anda tidak akan pernah melupakan kedua mata yang Anda tinggalkan ini (mata Aziz)," ucapnya.

Tampang Datar Aden Diriye, ayah dari Mucaad Ibrahim yang berusia 3 tahun yang ditembak mati dari jarak dekat oleh Tarrant, menyebut pembunuh itu sebagai "orang jahat" yang kekejamannya telah gagal dalam tujuannya untuk menabur kebencian dan ketakutan.

Diriye mengatakan kepada Tarrant untuk, "Tahu bahwa keadilan sejati menunggu Anda di kehidupan selanjutnya dan itu akan jauh lebih parah (daripada penjara).

Saya tidak akan pernah memaafkan Anda atas apa yang telah Anda lakukan."

"Anda telah membunuh anak saya dan bagi saya itu seolah-olah Anda telah membunuh seluruh Selandia Baru," ungkapnya.

Saya tidak akan pernah lupa bagaimana dia akan bermain di masjid dan berteman dengan setiap jemaah yang hadir, tua dan muda.

Dia dipuja oleh semua," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved