News
Brenton Tarrant, Teroris Brutal Itu, Didoakan Membusuk di Neraka, Cabut Nyawa Jemaah Selandia Baru
Brenton yang menembaki para jemaah dengan senjata otomatis dan memvideokan aksinya, tak mengucapkan sepatah katapun di persidangan yang berlangsung
Diriye mengatakan bahwa kekejaman dan kebencian yang Tarrant ingin sebarkan tidak akan membuat komunitas di masjid-masjid Kota Christchurch menjadi bercerai-berai.
"Sebaliknya itu telah menyatukan komunitas kami di Christchurch, memperkuat iman kami, meningkatkan kehormatan keluarga kami dan menyatukan bangsa kami yang damai."
Membusuk di Neraka
Hasmine Mohamedhosen, yang saudaranya Mohamed terbunuh, menyebut Tarrant sebagai "anak iblis" yang diinginkannya akan "membusuk di neraka di antara 4 dinding sel untuk selamanya".
Ahad Nabi, yang ayahnya Haji Daoud Nabi, yang terbunuh di Masjid Al Noor, mengatakan Tarrant tidak boleh diizinkan untuk berjalan bebas.
"Saat Anda di penjara, Anda akan menyadari bahwa Anda sekarang berada di neraka dan hanya api yang menanti Anda," katanya.
Mustafa Boztas, yang ditembak di kaki, menyebut Tarrant lebih rendah dari hewan, "Anda bahkan bukan manusia, bahkan bukan hewan, karena hewan bermanfaat bagi dunia."
John Milne, yang putranya Sayyad (14 tahun) dibunuh, mengatakan sejak pembunuhan itu mentalnya terluka, sehingga harus mendapatkan perawatan psikiatri.
"Ada lubang besar di hati saya yang hanya akan sembuh ketika saya bertemu Sayyad lagi di surga," katanya.
"Aku berharap bisa melihatmu di sana juga, Brenton, dan jika kamu mendapat kesempatan, aku ingin kamu meminta maaf kepada Sayyad. Aku yakin dia juga memaafkanmu." (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru 2019 Menolak Memberikan Pernyataan Apa pun di Pengadilan