Dana BOS Bisa untuk Pengadaan HP Tapi Harus Dimuat Dalam RKA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan kebijakan dana BOS bisa digunakan untuk kepentingan pengadaan handphone

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Dana BOS Bisa untuk Pengadaan HP Tapi Harus Dimuat Dalam RKA
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Kadis Pendidikan Ngada, Vinsensius Milo

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan kebijakan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah ( dana BOS) bisa digunakan untuk kepentingan pengadaan handphone (HP).

Hal itu karena melihat kondisi banyak siswa di Indonesia belum miliki HP android untuk mendukung pelaksanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) online.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, mengatakan, kebijakan itu memang sangat baik dan harus dipahami bahwa tidak semua sekolah bisa menjalankan kebijakan tersebut karena kendala jumlah siswa dan signal serta jaringan internet.

Selama Lima Hari Ada 217 Kali Gempa di Pulau Sumba

"Menggunakan dana BOS untuk pengadaan HP android untuk dipergunakan secara kolektif bisa saja yang penting sudah dimuat didalam rencana kerja sekolah. Lalu yang begini ini hanya bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang banyak dan untuk Ngada hanya sekolah yang berada di ibu kota Kecamatan. Sedangkan, sekolah di wilayah pedesaan agak sulit mengimplementasikan kebijakan tersebut karena jumlah siswa yang sangat terbatas rata-rata dibawah seratus," ujar Kadis Vinsensius kepada POS-KUPANG.COM Minggu (9/8/2020).

Bupati Niga Buka Kunjungan Obyek Wisata Air Terjun Lapopu Untuk Umum

Ia mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngada tentu melakukan pengawasan yang berpedoman pada rencana kerja sekolah.

RKA tersebut melalui asistensi dengan pihak dinas. Sedangkan urusan pembelanjaan diserahkan kepada sekolah.

"Pengawasan Dinas tentu berpegang pada RKA atau rencana kerja sekolah. Yang mana RKA tersebut penyusunannya di asistensi oleh tim manajemen dari Dinas dan dinas tentu akan berpedoman pada petunjuk teknis yang ada. Sedangkan pembelanjaannya urusan sekolah," ujarnya.

Ia mengatakan memang pada kondisi pandemi seperti sekarang ini tidak bisa dengan satu kebijakan menyelesaikan semua persoalan.

Jadi dinas secara khusus menyampaikan lewat edaran kepada kepala sekolah untuk menerapkan pendekatan pembelajaran dari rumah menggunakan berbagai metode yang bisa dijangkau atau diterapkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Bahwa ada berbagai kekurangan saya kira itu wajar karena bagi saya saat ini kita istilahnya berlayar sambil buat perahu. Pasti banyak lubang dan kita terpaksa tambal satu-satu," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved