Breaking News
Jumat, 24 April 2026

Sabu Raijua Terkini

Dana TKD Pemkab Sarai Dipotong, DPRD Minta Pemkab Bijak Maksimalkan Belanja Daerah

Rae Edin menjelaskan, adanya pemotongan anggaran itu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun DPRD.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
RAPAT- Rapat Paripurna DPRD Kabupatan Sabu Raijua bersama Bupati dan pimpinan OPD dalam agenda Penyerahan dokumen kebijakan umum anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG..COM, SEBA - Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua dipotong, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sabu Raijua minta Pemkab lebih bijaksana dalam memaksimalkan belanja daerah.

"Tahun ini, kita menghadapi pemotongan anggaran yang cukup fantastis dari pemerintah pusat, sehingga daerah diminta untuk lebih kreatif, cermat dan bijak dalam memaksimalkan belanja daerah agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," kata Ketua DPRD Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Rae Edin Saputra Manoe Lado, Selasa (4/11/2025).

Rae Edin menyebut, dalam kondisi pemangkasan anggaran yang terjadi, terutama pada komponen perjalanan dinas, tunjangan tambahan penghasilan (TPP) dan belanja-belanja sejenis lainnya, dapat dialihkan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui kegiatan pembangunan yang nyata dan produktif.

"Jangan sampai pemangkasan anggaran justru diikuti dengan peningkatan belanja operasional atau belanja rutin yang tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Rae Edin menjelaskan, adanya pemotongan anggaran itu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun DPRD.

Baca juga: Bawaslu Sabu Raijua Gelar Donor Darah, Sumbang 14 Kantong Darah ke PMI

Ini dilakukan agar arah kebijakan belanja daerah tetap fokus pada belanja yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, terutama pada sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Saya ingin menegaskan bahwa belanja-belanja harus kita turunkan secara rasional dan proporsional. kita tidak boleh membiarkan anggaran habis hanya untuk membiayai hal-hal rutin tanpa memberi dampak langsung kepada jabatan," ujarnya.

Rae Edin menegaskan, belanja barang dan jasa harus dioptimalkan sehemat mungkin. Yang mana, setiap rupiah pengeluaran harus benar-benar diperhitungkan manfaatnya.

"Jadi jangan ada lagi belanja yang tidak produktif, apalagi yang hanya menambah beban operasional. kita harus berani mengalihkan anggaran tersebut ke sektor pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," pungkasnya. (mey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved