Lagi, Erick Thohir Angkat Purnawirawan TNI Jadi Komisaris, Adian: "Di BUMN Itu Ada Banyak Titipan"

"Bukankah titipan-titipan itu konsekuensi dari tidak adanya sistem rekrutmen yang transparan?," ujar Adian kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA
Menteri BUMN Erick Thohir (baju hitam) saat meninjau Posko Penanggulangan Bencana di Teluknaga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/1/2020)(Dok. Humas Angkasa Pura II) 

Sebab, gaji yang dikeluarkan untuk dua jabatan tersebut berasal dari perusahaan milik negara.

"Lucu dan aneh bagi saya kalau Negara mengeluarkan Rp 3,7 triliun setiap tahun untuk 6.200 orang yang rakyat tidak tahu bagaimana cara rekrutmennya dan dari mana asal usulnya," kata Adian.

Saat ini, lanjut Adian, rakyat hanya diyakinkan bahwa proses rekrutmen tersebut berasal dari talent pool yang dibuat Kementerian BUMN.

Namun, rakyat tak pernah tahu siapa saja orang-orang yang masuk ke talent pool tersebut dan bagaimana reputasinya.

"Kenapa masyarakat umum tidak bisa ikut melamar secara terbuka? apa yang ditutupi? apa yang dirahasiakan? apa yang disembunyikan? kenapa harus tertutup jika bisa terbuka."

"BUMN itu bukan Badan Intelijen Negara selayaknya CIA atau M16 yang proses rekrutmennya dirahasiakan. Berhentilah bermain-main seolah BUMN itu film mission impossible," ucap Adian.

Menurut Adian, pembukaan lowongan bagi jabatan direksi dan komisaris sebuah perusahaan sudah lazim terjadi.

Misalnya, lowongan yang dibuka oleh Perusda Pasar Surya, PT Patralog, PT Bank Jatim dan PT Jateng Petro Energi.

"Dari contoh di atas maka pernyataan bahwa tidak pernah ada lowongan Direksi atau Komisaris Corporate yang di umumkan terbuka, tentu sebuah kesalahan besar atau sok tahu yang sangat akut," ujarnya.

Yayasan Plan Indonesia Bagi Ribuan APD untuk Nakes di Kota Kupang

Nikita Mirzani Kisruh dengan Billi Syahputra,Sebut Mantan Sahabat Naksir Cabe-cabean, Amanda Manopo?

Operasi Patuh Turangga 2020, Polres Sikka Temukan Anak Dibawah Umur Bawa Motor dan Tidak Berhelem

Erick Tohir, Menteri BUMN Kabinet Jokowi-Maruf Amin
Erick Tohir, Menteri BUMN Kabinet Jokowi-Maruf Amin (tribunnews.com)

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah pernyataan Adian yang menyebut ribuan direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah merupakan orang-orang titipan.

Menurut Arya, pernyataan tersebut membuktikan bahwa sebenarnya Adian tak mengerti budaya yang ada di korporasi.

"Karena, mana ada perusahaan pernah buka lowongan kerja untuk direksi dan komisaris di media-media atau diumumkan secara terbuka," ujar Arya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2020).

Menurut Arya, pemilihan direksi dan komisaris BUMN memiliki mekanisme tersendiri.

Setiap orang yang terpilih menjabat direksi dan komisaris di perusahaan plat merah telah mengikuti serangkaian proses.

"Yang namanya direksi dan komisaris itu dipilih ada prosesnya mencari orang yang tepat, orang yang emang punya kemampuan, orang yang punya latar belakang di industri tersebut," kata Arya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved