Breaking News

Lagi, Erick Thohir Angkat Purnawirawan TNI Jadi Komisaris, Adian: "Di BUMN Itu Ada Banyak Titipan"

"Bukankah titipan-titipan itu konsekuensi dari tidak adanya sistem rekrutmen yang transparan?," ujar Adian kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA
Menteri BUMN Erick Thohir (baju hitam) saat meninjau Posko Penanggulangan Bencana di Teluknaga Kabupaten Tangerang, Minggu (5/1/2020)(Dok. Humas Angkasa Pura II) 

Lagi, Erick Thohir Angkat Purnawirawan TNI Jadi Komisaris, Adian: "Di BUMN Itu Ada Banyak Orang Titipan"

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Saat ini, Menteri BUMN, Erick Thohir kembali mengambil keputusan yang dinilai kontroversial.

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN itu, merombak susunan komisaris pada PT Kimia Farma Tbk.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPST) Kimia Farma yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (29/7/2020), Untung Suseno Sutarjo dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama.

Sebagai gantinya, para pemegang saham menunjuk Alexander Kaliaga Ginting menjadi Komisaris Utama PT Kimia Farma Tbk.

Alexander merupakan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan.

Pernahkan Anda Tahu, Siapa PNS Pertama di Indonesia? Ini Jawabannya! Simak Penjelasan Berikut

Ingin Jadi PNS? Simak Aturan Ini Sebelum Memakai Pakaian Seragam Korpri, Ingat Anda Bisa Dipecat!

Anda PNS? Ini Aturan Baru Yang Patut Anda Tahu, Mulai Dari Soal Cuti Hingga Diberhentikan Dari ASN

Dia juga merupakan purnawirawan TNI berpangkat Brigadir Jenderal.

Selain itu, dalam RUPST tersebut juga mengangkat Musthofa Fauzi sebagai Komisaris Independen menggantikan Wahono Sumaryono.

Adapun susunan dewan direksi PT Kimia Farma Tbk pada RUPST kali ini tak mengalami perubahan.

Dengan perubahan ini, maka saat ini susunan dewan komisaris PT Kimia Farma Tbk sebagai berikut:
Komisaris Utama: Alexander Kaliaga Ginting
Komisaris: Subandi
Komisaris: Chrisma Aryani Albandjar
Komisaris Independen: Nurrachman
Komisaris Independen: Musthofa Fauzi

Ini Kritikan Politisi PDIP

Secara terpisah, Politisi PDIP, Adian Napitupulu menyebutkan bahwa saat ini terdapat 6.200 direksi dan komissaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semua itu merupakan orang-orang titipan.

Menurut Adian, hal tersebut dia ungkapkan karena melihat selama ini proses rekrutmen untuk dua jabatan tersebut terkesan tertutup.

"Bukankah titipan-titipan itu konsekuensi dari tidak adanya sistem rekrutmen yang transparan?," ujar Adian kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Menurut dia, proses rekrutmen yang transparan sangat penting dilakukan untuk jabatan direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved