Breaking News
Minggu, 12 April 2026

SK Limu: Bangun Rumah Mandiri Bukan Untuk Pencitraan

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu menegaskan, program pembangunan rumah mandiri bukan untuk pencitraan

Editor: Kanis Jehola
FOTO HUMAS SUMBA TENGAH
SERAHKAN AYAM -Tokoh madyarakat Desa Ole Dewa menyerahkan ayam kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah sebagai ungkapan terima kasih dan komitmen menjaga dan merawat Rumah Mandiri sampai anak cucu. 

POS-KUPANG.COM | WAIBAKUL - Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu menegaskan, program pembangunan rumah mandiri bukan untuk pencitraan tapi menjawab kebutuhan masyarakat miskin agar keluar dari ketrpurukan.

Bupati Paul Limu juga memberi apresiasi terhadap semangat gotong-rotong madyarakat yang sangat terlihat , dimana pekerjaan pembangunan Rumah Mandiri telah diselesaikan pada awal triwulan ketiga.

Orang nomor satu di Sumba Tengah menegaskan itu , saat menghadiri acara Penyerahan Kunci Rumah Mandiri di Desa Ole Dewa, Kecamatan Mamboro, Senin (27/7/2020).

Begini Tanggapan Ali Fadaq Soal Mosi Tidak Percaya 4 Fraksi di DPRD Sumba Timur

"Kami sungguh merasa berbahagia dan mengapresiasi karena seluruh komponen yang ada mulai dari Kepala Desa, Aparat Desa, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat bergotong-royong serta bahu-membahu mengerjakan pembangunan rumah ini, sehingga bisa tuntas terselesaikan sesuai harapan dan saat ini dinikmati oleh 15 orang penerima di Desa Ole Dewa, "kata Bupati Paul Limu.

Kapolda NTT Minta FKPT Maksimalkan Pencegahan Terorisme

Dalam rilis yang dikeluarkan Humas dan Protokol Pemkab Sumba Tengah,Senin (27/7/2020), mantan Inspektur Provinsi NTT itu menambahkan ,di tempat lain pembangunan rumah mandiri dikerjakan melalui tahapan baik itu APBDes maupun APBD, tetapi di Desa Ole Dewa ini masyarakat tidak menunggu tahapan pencairan dana tersebut, akan tetapi masyarakat bekerja membangun rumah ini sesuai kemampuan yang dimiliki sehingga pekerjaan dapat diselesaikan, sementara semangat bergotong-royong di tempat lain masih sangat kecil, mengakibatkan pekerjaan pembangunan sering terlambat.

Walaupun dilanda pandemi Covid-19, kata Bupati Paul Limu, namun tekad, komitmen, dan niat yang tinggi dari Camat, Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Gereja serta masyarakat tidak menyurutkan semangat untuk terus bergotong-royong membangun rumah mandiri hingga selesai.

Bupati Paul Limu menjelaskan, ada 14 indikator kemiskinan dan 8 indikator diantaranya adalah masalah rumah yaitu rumah mempunyai atap seng, rumah mempunyai plafon, rumah mempunyai lantai semen, rumah berdinding tembok, rumah mempunyai listrik, rumah mempunyai MCK, luas rumah 8 meter persegi per orang dan rumah mempunyai air bersih.

Menyinggung kesetaraan dalam pembangunan rumah mandiri, berkaitan erat dengan pendidikan yaitu penerangan agar anak-anak bisa belajar pada malam hari dengan baik, mengingat angka kemiskinan di Sumba Tengah mencapai 30% sehingga lewat penerangan bisa membantu dan menolong anak untuk belajar mandiri dalam rumah.

Tidak saja kesetaraan pendidikan, lanjut Paul Limu, tetapi masalah kesetaraan kaitan dengan kesehatan yaitu stunting yang diharapkan memberikan solusi pada kebersihan lingkungan dimana setiap rumah telah tersedia MCK.

Manusia,katanya, membutuhkan 3 hal pokok yaitu sandang, pangan, papan. Rumah mandiri bukanlah sebuah pencitraan karena rumah mandiri merupakan kebutuhan primer (papan).

Rumah mandiri juga mendongkrak sektor riil , baik secara kelompok maupun individu seperti pertukangan, penambang pasir, penjual batu, pengrajin kayu, pengayam gedek, para supir dan pemilik kendaaraan (truk, pikap, tangki air) dan lain-lain yang ada di desa, sehingga mereka juga menerima pendapatan dan menikmati hasil dari setiap usaha yang mereka kerjakan.

Diakhir acara, sebagai wujud kebersamaan masyarakat Desa Ole Dewa bahwa salah satu program strategis pemerintah daerah ini didukung penuh oleh masyarakat, dimana penerima rumah mandiri memberikan ayam kepada bupati dan wakil bupati sumba tengah sebagai tanda terima kasih mereka kepada pemerintah bahwa program ini benar-benar berharga bagi kehidupan mereka yang tidak mampu dan berjanji bahwa mereka akan merawat rumah tersebut untuk anak cucu mereka kelak.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, Wakil Ketua Tim PKK Kabupaten Sumba Tengah, Ny. Adriana A. Mbuli, S.Pd, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Umbu K. Pari, SP, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Ahmad Jaelani, S.Pt, Camat Mamboro, Kerinapu, S.AP dan Kepala Puskesmas Weeluri.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyella)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved