Breaking News:

News

Sedih, Margareta Bonggok Mengakhiri Hidupnya dengan Mencabut Nyawa Sendiri, Ini yang Dilakukannya

-Margareta Bonggok (29) warga Kampung Dopak, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur mengakiri hidup dengan gantung diri

pakistancriminalrecords.com
Ilustrasi gantung diri 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo

POS KUPANG, COM, BORONG -Margareta Bonggok (29) warga Kampung Dopak, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur mengakiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban Margareta gantung diri di samping gudang padi milik mereka tepatnya di Kampung Dopak, Desa Sangan Kalo, Kamis (23/7) sekitar pukul 23.45 Wita.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Deddy S. Karimoy, SH,M.Hum menyampaikan itu kepada Pos Kupang, Minggu (26/7).

Kasat Deddy menjelaskan, kejadian gantung diri dilaporkan Suami korban Gaspar Talas (53) kepada Kapospol Wukir, Jumat (24/6) sekitar pukul 07.30 Wita.

Iptu Deddy menjelaskan, kronologisnya, Kamis (23/7), sekitar pukul 15.00 Wita, korban disuruh suaminya untuk pergi ke kios membayar bon (utang) barang sejumlah Rp2,5 juta.

Pada pukul 17.00 Wita korban kembali ke rumah dan menyampaikan kepada suaminya, mereka masih punya hutang Rp 2 juta kepada saudara laki-lakiNya yang kuliah di Malang.

Atas penyampaian korban itu, suami korban menjawab, uang untuk saudaranya itu nanti diberi saat ia pulang libur.

Kemudian, sekitar pukul 19.00 Wita, korban bersama suaminya Gaspar makan malam dan sekitar pukul 19.30 Wita, suami korban masuk ke dalam kamar untuk tidur dan disusul.

Sekitar pukul 23.30 Wita suami korban bangun untuk buang air kecil dan melihat korban (isteri) sudah tidak ada.

Karena melihat korban tidak ada, kata Kasat Deddy, suami memanggil korban tetapi tidak menjawab, kemudian suami mencari korban di kamar mandi dan melihat korban sudah tergantung di pinggir gudang padi milik mereka.

Setelah kejadian itu, Jumat, (24/7) sekitar pukul 07.00 Wita, suami korban Gaspar menelpon Kapospol Wukir dan menyampaikan, isterinya meninggal karena gantung diri.

Atas kejadian ini, telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Medis dari Puskesmas Wukir pada tubuh korban dan hasil pemeriksaan ditemukan luka lecet melingkar di pangkal leher korban, ditemukan mulut dalam keadaan terbuka dan lidah yang telah membiru serta tidak ditemukan tanda-tanda lain pada tubuh korban.

Keluarga juga menolak untuk jenazah korban dioptopsi, mereka menerima dengan iklas atas kematian korban karena gantung diri.

Sebagai bukti penolakan ini juga sudah dibuatkan Surat Pernyataan dan ditanda tangani oleh Keluarga di atas materai 6000. *

Penulis: Robert Ropo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved