Breaking News:

Kelangkaan BBM

VIDEO - Mengerikan, Harga Bensin Eceran di Lembata Tembus Rp 50 Ribu Per Botol

VIDEO - Mengerikan, Harga Bensin Eceran di Lembata Tembus Rp 50 Ribu Per Botol

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Jhony Simon Lena

Kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang terjadi dalam satu pekan terakhir di Lembata, dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal transportir, persediaan di depot Larantuka dan perilaku pengecer.

Menurut Alfian, kendala pertama adalah kapal pengangkut yang selama ini hanya bisa mengangkut paling banyak 40 kilo liter (KL) dan harus beroperasi setiap hari, sehingga jika terjadi kerusakan akan sangat mengganggu persediaan.

Seperti yang dialami pihaknya dalam dua minggu terakhir, kapal pengangkut BBM milik PT Hikam mengalami dua kali kerusakan sehingga BBM menjadi langka.

Selain itu, menurut Alfian, kelangkaan yang menyebabkan harga BBM jenis premium dan pertalite yang dijual pengecer mencapai 40 ribu per setengah botol jenis Aqua dua hari terakhir ini juga disebabkan karena persediaan (stock) di Depot Larantuka menipis.

Sementara soal perilaku pengecer, Alfian menyebutkan, ada kecenderungan pihak pengecer yang seharusnya tidak boleh menjual BBM subsidi mengantre berulang kali kemudian dijual dengan harga melambung.

Terhadap tiga masalah ini, Alfian menegaskan pihak PT Hikam sudah berupaya untuk melakukan kontrak dengan kapal mini tanker Sembilan Pilar sejak delapan bulan lalu dengan kapasitas 350 KL.

Namun karena belum mendapat izin maka kapal mini tanker ini belum bisa beroperasi mengangkut langsung dari Depot Maumere.

Sementara terkait stok BBM di depot Larantuka yang menipis, dikatakan Alfian bahwa hal ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian kuota yang dilakukan Pertamina sehingga ikut mempengaruhi persediaan.

Sedangkan terkait perilaku pengecer, Alfian berharap agar pihak berwenang bisa membantu PT. Hikam untuk menertibkan pengecer yang mengantri untuk menjual kembali BBM subsidi, seperti Solar dan premium.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Patra Niaga dan Pertamina.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved